Selasa, 07 Mei 2013

KEKUATAN, UANG & KHARISMA

Kekuatan, uang, kharisma bisa mendorong anda menuju posisi tinggi, tetapi 'karakter'lah yang akan membuat anda untuk tetap di sana 

Amsal 22:1 “Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.”

Orang merasa hebat dengan membangun kekayaan, kesuksesan dan karir padahal ini semua sifatnya hanya sementara.

Orang yang bijaksana akan membangun karakter karena memiliki unsur kekekalan.

Karakter berguna bukan hanya di dunia ini tetapi juga di dunia yang akan datang.

Dunia sepertinya lebih menghargai penampilan, kefasihan lidah, kepandaian, kekayaan dan kedudukan sebagai nilai kesuksesan.

Tetapi akhirnya yang dicari adalah karakter! Apakah ia orang baik? rendah hati, jujur, setia, tidak kikir, penuh kasih dan suka menolong orang lain.

Ingatlah posisi tertinggi bukan pangkat dan harta, tetapi perkenanan Tuhan.

Tuhan Yesus Memberkati.

PERCAYA DAN MENGASIHI

Dan inilah perintah-Nya: Supaya kita percaya kepada nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. (1 Yohanes 3:23)

Apakah ketika anak kita lahir, kita akan berkata kepadanya, "Anakku, aku bersukacita atas kelahiranmu. Aku mau kamu menunjukkan kasihmu kepadaku. Untuk itu, inilah peraturan-peraturan yang harus kautaati. Kalau kamu tidak setia melakukannya, aku tidak akan mengakuimu lagi sebagai anak"? Namun, tidak sedikit orang percaya
yang mengira bahwa Bapa berkata demikian ketika Dia menjadikan kita sebagai anak-Nya. Kita mengira, kita harus menaati berbagai peraturan dan kewajiban agar Bapa tetap berkenan kepada kita.

Rasul Yohanes menunjukkan, kerinduan Bapa sesungguhnya tidaklah pelik dan rumit. Alih-alih membebani kita dengan berbagai peraturan dan kewajiban, Dia menginginkan agar kita hidup dalam iman dan kasih. Percaya mengacu pada iman terhadap segala pekerjaan yang sudah diselesaikan Kristus bagi kita. Kita diselamatkan bukan karena perbuatan baik dan amal ibadah kita, melainkan semata-mata karena anugerah penebusan-Nya. Kita perlu terus-menerus berpegang teguh pada kebenaran ini. Selanjutnya, sebagai buah dari kepercayaan ini, kita dimampukan untuk memperlakukan orang lain sama seperti Kristus
memperlakukan kita: mengasihi mereka --termasuk orang yang memusuhi kita-- dengan kasih-Nya.

Kita perlu senantiasa ingat bagaimana Allah memperlakukan kita, merengkuh kita yang berdosa menjadi anak-Nya. Selanjutnya, sama seperti Dia mengasihi kita, biarlah Dia menyatakan kasih-Nya melalui kita kepada orang-orang di sekitar kita, khususnya mereka yang menyulitkan kita.

BIARLAH HARI-HARI KITA DIGERAKKAN OLEH DUA HAL INI: KEPERCAYAAN KEPADA ALLAH DAN KASIH KEPADA SESAMA.

TUHAN Mengasihi, Memberkati & Menyertai selalu..

Jumat, 16 Maret 2012

Glory

Amazing...

Mengupas Pemahaman Sekali Selamat Tetap Selamat


Pokok-pokok pengajaran sekali selamat tetap selamat
(Predestination) secara garis besar sbb,
  1. Bahwa Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Tahu memiliki kehendak yang absolut.
  2. Sejak kekal Allah dalam ke-MahatahuanNya telah mengetahui manusia yang akan diciptakan akan jatuh dalam dosa dan dihukum. Tapi dalam KehendakNya yang absolut Allah telah menentukan sejak kekal untuk memilih siapa yang selamat dan siapa yang tidak selamat.
  3. Yesus Kristus mati hanya bagi orang pilihan Allah.
  4. Orang pilihan Allah tidak dapat menolak anugerah Allah (ketika mendengar Injil –> percaya –> diselamatkan) .
  5. Sekali selamat tetap selamat (biar hidup dalam dosa), krn keselamatan tidak bergantung pada perbuatan manusia tetapi sepenuhnya merupakan anugerah Allah berdasar pilihan dan Kehendak Allah yang absolut–> unconditional election. Ayat-ayat yang biasa dipakai: Epesus 1:4-5, 2:8, 4:30, Yohanes 6:37-39, Roma 8:29-30, 1Petrus 1:2, dll
Bedanya dengan kita,
  1. Bahwa Allah adalah Maha tahu, telah mengetahui sebelumnya bahwa manusia yang akan diciptakan akan jatuh dalam dosa.
  2. Bahwa Allah adalah kudus, adil –> upah dosa adalah kematian kekal.
  3. Bahwa Allah adalah kasih, sejak kekal dalam kasihNya dan KehendakNya yang absolut telah merencanakan keselamatan melalui kematian Yesus sebagai penebusan, tanpa menghapus kehendak bebas manusia.
  4. Sejak kekal Allah memilih untuk menyelamatkan manusia berdosa yang Allah kelahui sebelumnya akan percaya kepada Yesus melalui berita Injil–> conditional election, anugerah tapi syaratnya percaya.
  5. Sejak kekal Allah telah menentukan bahwa orang yang percaya Yesus akan menjadi serupa dengan Yesus yaitu orang percaya yang Allah ketahui sebelumnya akan tetap tekun dalam iman sampai langkah yang terakhir.
  6. Keselamatan bisa hilang apabila seseorang memilih dengan sengaja untuk tetap hidup dalam dosa/murtad dan tidak mau bertobat–> dosa yang membawa maut, menghujat / menentang Roh Kudus.
  7. Kalau orang percaya jatuh dalam dosa, tetapi bertobat (dengan pertolongan Roh Kudus), Tuhan mengampuni dan tetap dalam keselamatan.
Catatan :
  1. Istilah rencana Allah dalam Roma 8:28, 1Petrus 1:2 = proginosko = pengetahuan Allah sebelumnya yaitu kesanggupan Allah untuk mengetahui sebelum sesuatu terjadi.
  2. Predestinasi bukanlah penentuan Allah sebelumnya siapa selamat tidak, tetapi kepada orang percaya untuk menjadi serupa dengan Yesus.
  3. Ayat-ayat (idem diatas) + Yohanes 3:16, Markus 16:15:16 (setiap orang/siapa yang percaya), Matius 24:13, 1 Yohanes 5:16-17, Matius 12:30-31, 1 Yohanes 1:9.
Demikian yang dapat saya sampaikan, kalau kurang jelas atau lengkap  bisa pelajari tentang Calvinisme bandingkan dengan Pelajaran Dasar Sekolah Alkitab GPdI kelas 1 tentang Keselamatan. Tuhan memberkati.
Salam doa,
Adi Sujaka

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan kenaikan Yesus Kristus ke Sorga, bahwa sebagaimana kamu melihat Dia terangkat ke Sorga maka dengan cara yang sama pula kamu akan melihat Dia akan datang kembali (Act 1:11). Dalam sejarah Gereja, pemimpin gereja mula-mula bahkan sampai pada abad ketiga dengan penuh semangat menanti kedatanganNya kedua kali sesuai dengan janjiNya. Mulai abad ke empat orang percaya mulai melupakan akan janji kedatangan Tuhan kedua kali. Sejak abad ke empat sampai abad-abad pertengahan yaitu sekitar abad 16 s/d 18, dalam ajaran Gereja sepertinya telah melupakan sama sekali ajaran tentang kedatangan Yesus kedua kali.

Mengigil

Seperti saudara ketahui seminggu 3x saya harus menjalani cuci darah, ini sudah berjalan 3 tahun lebih, badan saya sangat lemah hanya karena kemurahan Tuhan saya masih bisa beriri dimimbar dan berkhotbah. selebihnya saya hanya duduk saja di kebaktian.
Pada hari Rabu tgl 4 Mei 2011giliran saya cuci darah, biasanya dilakukan selama 4 jam 30 menit soreh itu setelah cuci darah berjalan 3 jam badan saya menggigil kaya orang meriang tapi sebenarnya bukan meriang. itu tanda bahwa saya terkena infeksi darah,
saya sudah dua kali mengalami hal serupa dan kedua-duanya membuat saya harus di opname di Hospital karena sudah pengalaman dua kali waktu pulang saya kasih tahu istri saya kemungkinan besar saya kena infeksi darah lagi, istri saya tanya apa mau ke rumah sakit? saya jawab enggak dulu saya sangat cemas dak takut lalu saya berdoa dan istirahat. malam itu di rumah ada kebaktianjam 12 malam saya tidak ikut.<!--more-->
Tengah malam menjelang subuh saya bangun dan berdoa, dalam doa itu saya berseru dengan suara keraskepada Tuhan, “kiranya darah Tuhan Yesus yang berkuasa membasuh darahku.’ Hari kamis tengah malam menjelang subuh saya doa saya dan hari jumat hati saya diliputi dengan kecemasan dan ketakutan karena tiba giliran cuci darah lagi saya kuatir akan menggigil lagi.
Waktu istri saya mengantar saya ke klinik di kendaraan saya bilang sama istri saya,”ma berdoa buat papa supaya saya disembuhkan, istri saya menjawab, “minta ampun sama Tuhan” setibanya di klinik sebelum turun dari kendaraan kita berdua berdoa dipimpin oleh istri saya kemudian saya masuk ke klinik.
Saking ketakutannya selama 4 jam 30 menit saya cuci darah tidak putus-putus saya menyembah Tuhan dan berdoa dengan mengeluarkan suara, saya tidak malu diperhatikan oleh para jururawatSaya katakan dalam doa saya, “Tuhan taklukanlah kuasa sakit penyakit oleh kuasamu” ”Tuhan sudah menanggung penyakitku diatas bukit Golguta.”
Tidak teras 4jam 30 menit telah berlau dan Tuhan menjamah saya , saya tidak menggigil
dan saya alami mujizat Tuhan kuasa sakit penyakit ditaklukan oleh Tuhan.
Puji Tuhan, Tuhan Yesus dasyat. Tuhan memberkati kita semua terima kasih buat dukungan doa saudara-saudara sekalian buat saya. (07 Mei 2011)

Kamis, 19 Januari 2012

Renungan



Author : Kris Setiawan

Alkitab tidak menuliskan secara pasti tanggal hari kiamat. Namun demikian, Alkitab menuliskan beberapa tanda atau peristiwa sebelum terjadinya kiamat. Salah satu tanda ditulis dalam Matius 24:14 ”Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) tertulis ”Dan Kabar Baik tentang bagaimana Allah memerintah akan diberitakan ke seluruh dunia, supaya semua orang mendengarnya. Sesudah itu barulah datang kiamat.” Jelas bahwa kiamat tidak akan terjadi sebelum semua orang mendengar kabar baik atau berita keselamatan.
Lalu, mungkinkah semua orang akan mendengar berita keselamatan? Seratus atau dua ratus tahun yang lalu mungkin sulit membayangkan bagaimana semua orang bisa mendengar berita keselamatan, apalagi seribu atau dua ribu tahun yang lalu. Meskipun sudah sejak lama terjadi pengutusan misionaris ke berbagai pedalaman di seluruh dunia, waktu itu tetap sulit secara akal manusia membayangkan semua orang akan mendengarkan kabar baik.
Sekarang, kondisinya berbeda. Kita melihat betapa teknologi berkembang begitu cepat. Boleh dibilang, sangat cepat. Temuan-temuan baru yang didukung oleh teknologi canggih banyak ditemukan. Barang-barang elektronik yang lima tahun lalu canggih, sekarang mungkin sudah ketinggalan jaman karena modifikasi atau penemuan teknologi yang lebih baru. Dari sudut pandang komunikasi, teknologi internet membuat dunia ini seakan tak berjarak. Orang yang jauh di luar negeri, sekarang ini bisa berkomunikasi dengan keluarganya kapan saja melalui chatting atau sejenisnya. Peristiwa kecil di belahan dunia tertentu bisa dengan cepat diketahui oleh manusia di belahan dunia lain melalui internet. Saya menulis apa saat ini, dalam hitungan detik sudah bisa dibaca oleh orang lain dimanapun dia berada. Teknologi yang berkembang begitu cepat membuat komunikasi antarmanusia semakin mudah, cepat dan luas.
Dari sisi pemberitaan Injil (kabar keselamatan), kemajuan teknologi membuat jangkauannya semakin luas. Banyak hamba-hamba Tuhan dan organisasi-organisasi Kristen memanfaatkan internet untuk memberitakan kabar keselamatan. Melalui internet, orang-orang yang belum pernah mendengar berita keselamatan bisa dengan mudah mendengarnya tanpa harus bertatap muka secara langsung dengan pemberita Injil. Secara singkat, kemajuan teknologi memungkinkan semakin banyak orang mengetahui berita keselamatan dengan mudah. Kalau hal ini kita kaitkan dengan Matius 24:14, maka kita yakin bahwa akhir jaman atau kiamat sudah sangat dekat.
Lalu bagaimana sikap kita terhadap kemajuan teknologi? Banyak orang merasa bangga karena bisa mengikuti tren teknologi. Merasa bangga karena selalu dapat membeli keluaran terbaru sebuah produk teknologi. ”Yang lain belum banyak yang punya, saya sudah punya”, mungkin begitu kata hati membatin. Tetapi kita perlu ingat bahwa kemajuan teknologi mengingatkan kita akan hari kiamat. Kiamat sudah dekat, kata judul film agama tetangga. Setiap kali ada produk teknologi terbaru, setiap kali teknologi terasa semakin cepat maju, kita harus ingat bahwa kiamat sudah dekat. Itu artinya, Yesus Kristus Tuhan, Juruselamat dan Kekasih hati kita akan segera datang kembali. Datang untuk menjemput kita umat pilihanNya yang mengasihi dan menanti-nantikan kedatanganNya. Kemajuan teknologi menjadi penghiburan tersendiri bagi kita, bukan karena produk-produk canggih yang kita punyai, tetapi karena tidak lama lagi Tuhan kita akan datang kembali.


Berikutnya, sikap yang harus kita miliki adalah menggunakan teknologi untuk memberitakan kabar baik. Gunakan apa yang kita bisa untuk memberitakan kabar baik. Membuat blog rohani dan meng-update status FaceBook yang isinya memberitakan kabar keselamatan, adalah dua yang cukup mudah di antara banyak hal yang bisa kita lakukan. Belajarlah teknologi semaksimal mungkin untuk bisa lebih efektif dipakai Tuhan memberitakan Injil-Nya. Pernahkah kita berpikir bahwa apa yang kita tulis di blog dan FB bisa dibaca oleh orang-orang di seluruh dunia? Dahsyat bukan dampaknya?
Saya tutup artikel saya dengan sebuah kalimat : ”Khotbah di gereja hanya di dengar puluhan, ratusan, atau paling banyak ribuan orang. Tulisan melalui internet bisa dibaca ratusan, ribuan, bahkan jutaan orang”. Maranatha, datanglah Tuhan Yesus segera. Amin.

Khotbah


Berkat Umum dan Berkas Khusus

Author : Pdt. J.E Awondatu

Hari ini adalah hari gereja pantekosta. Mungkin lain tahun kita akan adakan acara khusus setiap hari pantekosta. Kita punya tiga hari besar: Hari Natal, Paskah dan hari Pantekosta. Kita mau pakai ketiga hari raya itu menjadi hari raya gereja. Biarin gereja lain nggak mau rayakan, kita mau rayakan. Hari ini adalah, kebetulan hari minggu, jadi orang tidak perhatikan. Padahal kalau terjadinya hari senin, kalau di Belanda, di luar negeri, hari senin hari pantekosta kedua, yaitu hari besarnya gereja dari aliran-aliran pantekosta.


Kalau di Amerika, mereka berpakaian bagus, berwarna-warni karena ini hari yang kelima puluh dari kematian Yesus, yaitu hari ketuangan Roh Kudus. Sangat disayangkan, bertahun-tahun kita miss, gereja ini kita miss, kita tidak kenal hari raya kita sendiri. Orang protestan tidak akan merayakan ini. Orang katolik hanya rayakan secara liturgi. Tetapi kita gereja pantekosta harus merayakan, mengingat ketuangan Roh Kudus hampir dua ribu tahun yang lalu. Dan hari ini jam sembilan pagi, itu digenapi bahwa Roh Kudus turun di atas loteng Yerusalem. Seratus dua puluh murid dipenuhkan dengan Roh Kudus.

Tetapi pada sore nanti saya akan buka cerita bagaimana Tuhan membuka luas-luas pintu anugerah-Nya, dan membuka luas-luas kesempatan yang belum pernah diberikan kepada gereja di zaman mana.

Kita buka Mazmur 24:1 Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. 24:2 Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai. 24:3 “Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” 24:4 “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. 24:5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia. 24:6 Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.” Sela 24:7 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! 24:8 “Siapakah itu Raja Kemuliaan?” “TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!” 24:9 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! 24:10 “Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?” “TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!” Sela

Sebagai anak Tuhan, kita mempunyai dua macam berkat, yaitu berkat yang umum dan berkat yang khusus. Kesalahan kita, banyak kali kita salah. Mungkin dari seratus yang salah sembilan puluh sembilan. Kita datang di kebaktian untuk berkat umum. Kita miss berkat yang khusus dari Tuhan. Karena memang untuk dapat berkat khusus ini banyak sekali syaratnya, berat sekali syaratnya. Dan kita genah, tenang dengan berkat umum. Tapi Tuhan bukan hanya mau memberi kepada kita berkat umum, Dia ingin memberi kita berkat khusus.

Ayat 1 dan ayat 2 adalah ungkapan dari berkat umum. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Dia bicara umum. Tuhan yang mempunyai bumi. Siapa yang tinggal di bumi? Manusia. Tidak dibagi-bagi kristen, budha, islam. Tidak. Manusia, semua manusia. Tuhan mau memberkati semua manusia. Tuhan yang empunya bumi. Dia yang menciptakan manusia berbangsa-bangsa, bersuku-suku dan berbahasa-bahasa. Dia yang ciptakan. Umum.

Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
Baik laut, ikan di laut maupun di sungai, itu adalah berkat umum. Saudara boleh dapat, copet boleh dapat, orang miskin boleh dapat, orang kaya boleh dapat, laki-laki boleh dapat, perempuan boleh dapat, orang pandai boleh dapat, orang bodoh boleh dapat. Semua berkat-berkat ini adalah berkat umum. Berkat umum inilah yang kita salah. Kita datang ke gereja untuk cari berkat umum. Tuhan berkati toko saya. Tuhan berkati warung saya.

Tadi malam setelah bedston ada satu ibu: Oom, minta bantu doa untuk warung saya. Saya baru buka warung supaya Tuhan mau berkati. Pasti, saya bilang, saya akan doakan. Tetapi saya merasa sedih karena permohonan anak Tuhan hanya kepada berkat umum, hanya kepada berkat materi. Oom, tolong supaya toko saya … saya baru buka, supaya pabrik saya … saya baru buka, supaya bengkel saya … saya baru buka, diberikan berkat, diberikan kekuatan, diberikan langganan banyak yang luar biasa. Berkat umum.
Dan berkat umum ini cuman di dalam hidup ini. Waktu kita mati, kita nggak pakai berkat umum. Waktu kita mati, kita nggak pakai mobil kecuali yang ngantar ke kuburan. Waktu kita mati, kita tidak tahu harganya berlian. Biarpun saudara pakai berlian di sini 10 karat, waktu mati nggak dipasangin. Yang dipasangin yang palsu. Walaupun kita pakai sepatu yang mahal, waktu kita mati dibeliin sepatu tenis. Bahkan jantung seringkali orang nyumbang, jantungnya dikasihkan, matanya dikasihkan, disumbangkan kepada orang yang memerlukan. Tidak dipakai di sorga. Salahnya kita itu, kita ke gereja hanya cari berkat umum.

Saya perkenalkan sekarang: Berkat Khusus!

Di dalam ayat ke 3, Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN?
Kata siapakah artinya nggak semua. Kalau Tuhan berdiri di mimbar ini, Dia tanya: Siapa yang mau naik ke gunung Tuhan? Ada yang mau, ada yang nggak. Sama dengan kalau pendeta tanya: Siapa yang mau dipenuhkan dengan Roh Kudus? Ada yang rindu, ada yang nggak. Dianggap apa itu Roh Kudus? Dia tidak ada kerinduan. Siapakah? Artinya nggak semua. Siapakah yang boleh naik? Tidak semua.
Yang kedua, siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Tidak semua. Siapa yang boleh naik? Berat naik itu. Saya ingin berkat yang umum saja – lautan, daratan, hujan, semua yang biasa-biasa saja, makanan sehari-hari dalam sehari-hari. Miss, kita salah. Siapa yang boleh naik? Sudah naik, siapa berlayak berdiri di depan, di tempat suci-Nya, di depan Tuhan? Boro-boro kita bisa berdiri, mungkin tersungkur di hadapan tempat kudus. Lalu Tuhan memberikan empat syarat. Keempat syarat ini berlaku bagi semua, nggak pendeta, nggak jemaat.

Biar dia pendeta, nggak melakukan empat syarat ini cuma bisa tiga, nggak boleh naik, nggak boleh berdiri. Biar dia jemaat – ini empat syarat – saudara bisa tiga, yang keempat nggak, nggak bisa naik. Saudara bisa tiga, ininya nggak bisa, nggak bisa naik. Harus empat-empatnya. Sama kalau saudara mau ngisi formulir, mau bikin paspor. Diisi semua kotak. Isi dengan baik, isi dengan benar. Saudara nggak jawab satu, dikembaliin lagi. Harus diisi, musti penuh. Saudara sudah isi, tanggal lahir saudara nggak isi, tulis kembali tanggal lahir. Tanggal lahir saudara isi, nama ayah saudara tidak isi, dikembalikan lagi. Harus isi. Demikian juga Tuhan, musti empat.

Yang pertama, orang yang bersih tangannya dan murni hatinya.

Tangan bicara pelayanan, hati bicara sumber. Bersih tangan, murni hati, tidak menyerahkan diri kepada penipuan dan yang tidak bersumpah palsu. Satu, orang yang bersih tangannya. Baru beberapa hari yang lalu ada hari cuci tangan. Sebab banyak penyakit datang melalui tangan. Sebelum makan kita harus cuci tangan, setelah makan kita harus cuci tangan. Diusulkan supaya kuku itu bersih selalu. Tangan harus bersih.
Uang yang kita pakai itu harus bersih. Kalau ada hutang harus kita bayar. Jangan pinjam uang, kita nggak mau bayar. Nama kita busuk. Tangan harus bersih. Tangan, pelayanan harus benar. Jangan melayani untuk diri sendiri supaya nama saya hebat. Jangan kita melayani supaya dapat nama. Tangan ini harus bersih. Tangan harus menolong orang lemah. Tangan harus menolong orang yang kurang imannya. Sebab orang ke gereja nggak semua imannya kuat. Yang lemah, tangan harus menolong. Jangan cularlur wae, di gereja sama-sama, keluar gereja sudah. Tangan harus bersih.

Waktu saya mau keluar negeri, saya tukar uang. Saya tukar uang di money changer. Mereka sudah tahu saya pendeta. Saya tukar uang, kasih saja. Dia hitung. Sudah, dapat saya uang. Saya pulang. Bebarapa waktu lamanya saya mau cukur. Tukang cukur itu persis di sebelah yang tukar uang itu. Pemiliknya, satu perempuan: Bapa, pak, sini pak. Uang bapa kelebihan. Kelebihan? Saya kira kelebihan lima puluh ribu. Kelebihan lima ratus ribu. Oh, ya? Saya bukan kaget karena jumlahnya besar. Kaget, kok masih ada orang jujur. Kalau dia diam saja, sudah. Tidak salah. Saya sudah terima, sudah tanda tangan. Waktu saya hitung, saya salah. Dia kembalikan. Ini salah satu contoh tangan yang bersih.

Tangan kita harus bersih. Sebelum Roh Kudus turun, tangan harus bersih. Nggak boleh nunjuk salah orang. Tangan musti bersih. Ada yang masih suka kritik pendeta, ada. Jemaat kaya begitu itu ada. Tapi pertama tangan ini harus bersih. Tangan yang tertelungkup lebih bagus dari tangan yang terbuka. Kalau ini telungkup, tangan memberi. Kalau ini terbuka, tangan yang minta. Terlebih berkat memberi dari pada menerima, kata firman Allah. Tangan harus bersih.

Bagaimana pelayanan saudara? Apa saudara di gereja jemaat yang begini saja? Mau bekerja, biarin ada pendeta sama gembala kecil. Mari, kalau mau dapat berkat khusus, tangan kita harus bersih. Tangan kita harus pakai bagi pekerjaan Tuhan.

Yang kedua, dikatakan murni hatinya. Bahasa Inggris, pure heart. Segala sesuatu yang murni itu bagus.

Coba bayangkan kalau yang murni itu hati. Nolong, nolong murni. Memberi, memberi dengan murni hati. Menyanyi, menyanyi dengan hati yang murni. Bermain musik, bermain musik dengan hati yang murni. Sekarang sudah susah cari orang yang murni hatinya. Susah cari orang yang tulus hatinya. Nolong, nolong benar. Berbakti, berbakti benar. Hatinya itu murni.

Tapi ini yang dicari oleh Tuhan, orang yang hatinya murni. Tuhan tidak cari orang yang punya duit. Tuhan tidak cari orang yang suka nyumbang. No, no, no. Tuhan mau lihat yang murni. Dia suka nyumbang, tapi hati datang dari hati yang murni. Saudara mau jadi orang yang punya hati yang murni? Betapa indahnya kalau kita punya hati yang murni. Kata Yesus, Natanael, waktu kamu duduk di bawah pohon ara. Aku sudah lihat kamu. Inilah orang Israel yang tidak ada tipu daya dalam hatinya. Murni hatinya. Tuhan cari orang yang murni hatinya.

Yang ketiga, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan. Yang tidak menyerahkan dirinya bukan kepada penipuan – di dalam bahasa Inggris, yang tidak menyembah berhala. 

Yang saya heran, saya kira orang Cianjur sudah modern. Kalau sudah modern sudah tidak ada yang nyembah patung lagi. Ternyata di Tiongkok, negara komunis, masih banyak yang nyembah tepekong. Waktu saya ke Tiongkok ada orang yang mati, iring-iringan orang mati, kita rada macet. Masih pakai tradisi zaman dulu. Dibawakan rumah-rumahan, dibawakan mobil-mobilan.

Saudara yang datang hari minggu di mana ada orang Malaysia datang, dia dulu begitu juga. Tetapi setelah bertobat, dia mulai bersaksi kepada orang-orang itu. Ini berhala. Ini mobil buat apa? Oh, nanti supaya dia bisa naik mobil kalau di alam baka. Kalau begitu you musti beli bensin, bakar sekalian bensinnya. Ah, kamu gila, masa bensin dibakar, bisa kebakaran semua. Loh, kalau bensin nggak dikirim, mobilnya mau maju bagaimana? Karena mobil perlu bensin. Terbuka mata. Banyak orang masih tertutup.

Ratusan juta dia nyewa di Cianjur hanya untuk gotong tepekong. Ratusan juta hanya untuk tepekong masuk di rumahnya dan pergi lagi. Saya sedih. Orang berani nyumbang kepada berhala. Kalau gereja memerlukan uang, susahnya luar biasa. Kalau kita lagi mau bangun sesuatu, nyumbang nggak, ngomelnya iya. Ada orang nyumbang, dia tidak ngomel. Ada orang nyumbang sambil ngomel. Yang banyak, ada orang ngomel nyumbangnya nggak. Yang tidak mempersembahkan dirinya kepada berhala.

Yang keempat, dan yang tidak bersumpah palsu.

Sumpah itu di depan Tuhan itu begini: Aku mencintai engkau sampai maut, kematian yang memisahkan kami berdua. Biar suaminya jahat seperti apa, biar suami kurang ajar seperti apa, dia bikin sakit hati seperti apa. Walaupun istri nyeleweng segala rupa. Hanya kematian yang memisahkan kami berdua. Saya nggak mau cerai. Itu sumpah. Tapi kalau saudara nggak tahan, tiap hari disakiti, tiap hari dipukuli. Kalau saudara mau memisahkan diri dari pasangan saudara, Alkitab mengijinkan. Tetapi, saudara tidak bisa kawin lagi sebelum pasangan saudara itu mati.

Bukan itu saja. Tuhan, saya berjanji, kalau Tuhan menolong anak saya sampai anak saya yang tidak ada harapan ini sembuh, saya akan dibaptis. Sudah sembuh anaknya, saudara tidak dibaptis. Itu di depan Tuhan sumpah palsu. Nggak bisa naik di gunung Tuhan. Nggak bisa menikmati berkat khusus. Kenapa? Baca ayat berikutnya, Itulah angkatan – atau generasi – orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.”

Saya baca dalam bahasa Inggris, lain. Inilah Yakub, yaitu generasi yang mencari Dia, yang mencari wajah-Mu. Ayat 5,
24:5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
Ini berkat-berkat khusus. Yang ayat ke-1, ke-2 berkat umum. Sekarang ada berkat khusus. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia. Keselamatan sudah dapat, sekarang Aku akan kasih berkat. Berkatnya berkat khusus, yaiu berkat rohani. Bukan uang, bukan emas, itu berkat umum. Bukan nama baik, itu mah berkat umum. Berkat khusus yang saya katakan, berkat rohani. Kita dipenuhkan dengan Roh Kudus, nikmatnya penuh Roh Kudus. Kita selain penuh dengan Roh Kudus juga dihibur oleh Roh Kudus. Kita dikasih, dibimbing, dipimpin oleh Roh Kudus.

Sekarang orang kristen ada Roh Kudus. Saudara semua punya Roh Kudus di dalam. Tapi saudara perlu penuh dengan Roh Kudus. Saudara harus penuh dengan Roh Kudus. Menghibur, menolong, membimbing, Dia Guru, Dia Sahabat, Dia Kekasih jiwa kita, Dia Teman yang baik. Teman saya yang paling baik sekarang Roh Kudus. Nggak ada yang sebaik Dia. Kadang-kadang saya cuman rasanya sendirian. Tapi kadang-kadang Roh Kudus itu datang dan Dia ngomong, di dalam madah saya itu Dia ngomong … kenapa kamu susah-susah, kan ada Aku. Roh Kudus bicara. Ya, memang ada istri, ya memang ada anak, tapi mereka kan tidak bisa menghibur sesuatu.

Jadi setiap manusia itu punya, umpamanya, sepuluh kamar di hatinya. Dari sepuluh kamar itu ada satu kamar yang nggak bisa diisi oleh hal yang lainnya. Nggak bisa diisi oleh kesenangan dunia, oleh uang, nggak bisa. Dia hanya bisa diisi oleh Roh Kudus. Maka kalau kita punya hati itu sembilan kamar sudah penuh, yang satu masih kosong, kita rasa kurang karena ini berkat rohani. Berkat rohani itu diberikan ketika kita melancarkan empat hal tadi. Dialah yang akan mendapat berkat. Kita mendapat berkat rohani.

Saudara menikah, saudara kawin, saudara ulang tahun, itu berkat umum. Orang dunia juga bisa. Tapi berkat rohani orang dunia nggak bisa ngerti. Hanya saudara-saudara yang boleh menikmati berkat yang khusus, berkat khas dari Tuhan. Nah, salah satunya hari ini adalah kepenuhan Roh Kudus. Ayat 7 sampai ayat 10 sama. Dibaca ayat 7 dan 8 sama dengan ayat 9 dan 10.
24:7 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!

Sudah berabad-abad, itu kata Firman, itu pintu gerbang tertutup terus. Siapa ini orang kristen, ini orang pantekosta, dia kebaktian, kebaktian tapi pintu gerbang untuk Raja Kemuliaan, Raja Rohani masuk membuka, Dia mau duduk, bersinggasana di dalam hatinya tertutup terus? Dia kebaktian untuk berkat jasmani. Dia kebaktian untuk anak supaya ditolong Tuhan. Dia kebaktian, anaknya mau masuk sekolah, mau naik kelas perlu uang. Dia kebaktian untuk berkat jasmani. Tapi pintu gerbang untuk Raja Kemuliaan masuk, berfungsi, tertutup terus. Nggak dibuka-buka. Ini yang menyedihkan hati saya.

Jemaat tutup hatinya sama Roh Kudus, nggak mau dibuka. Maka Roh Kudus itu menjerit, buka pintu gerbang yang berabad-abad. Sampai Dia nyindir, berabad-abad tertutup, sudah karatan, kenapa nggak dibuka? Aku ada di luar, Raja Kemuliaan mau masuk.

Siapa itu Raja Kemuliaan? Dialah Tuhan jaya dan perkasa, Tuhan perkasa dalam peperangan. Siapa yang menyertai kita dalam peperangan? Roh Kudus, sebab Dia Mikhael. Dia yang menyertai kita dalam peperangan, menghadapi hari-hari, tantangan setiap hari, banyak peperangan.

Ayub 7:1 berkata: Hidup manusia seperti orang perang di dalam hidup sehari-hari. Apa emas bisa tolong kalau kita dalam peperangan? Tidak bisa tolong. Hanya Roh Kudus yang bisa menolong saudara. Siapa yang mau bela saudara? Hanya Roh Kudus!

Senin, 16 Januari 2012

Kesaksian






Author : Pdt. Jacob Siwi GPdI Atlanta

Seperti saudara ketahui seminggu 3x saya harus menjalani cuci darah, ini sudah berjalan 3 tahun lebih, badan saya sangat lemah hanya karena kemurahan Tuhan saya masih bisa beriri dimimbar dan berkhotbah. selebihnya saya hanya duduk saja di kebaktian.


Pada hari Rabu tgl 4 Mei 2011giliran saya cuci darah, biasanya dilakukan selama 4 jam 30 menit soreh itu setelah cuci darah berjalan 3 jam badan saya menggigil kaya orang meriang tapi sebenarnya bukan meriang. itu tanda bahwa saya terkena infeksi darah,


saya sudah dua kali mengalami hal serupa dan kedua-duanya membuat saya harus di opname di Hospital karena sudah pengalaman dua kali waktu pulang saya kasih tahu istri saya kemungkinan besar saya kena infeksi darah lagi, istri saya tanya apa mau ke rumah sakit? saya jawab enggak dulu saya sangat cemas dak takut lalu saya berdoa dan istirahat. malam itu di rumah ada kebaktianjam 12 malam saya tidak ikut.


Tengah malam menjelang subuh saya bangun dan berdoa, dalam doa itu saya berseru dengan suara keraskepada Tuhan, “kiranya darah Tuhan Yesus yang berkuasa membasuh darahku.’ Hari kamis tengah malam menjelang subuh saya doa saya dan hari jumat hati saya diliputi dengan kecemasan dan ketakutan karena tiba giliran cuci darah lagi saya kuatir akan menggigil lagi.


Waktu istri saya mengantar saya ke klinik di kendaraan saya bilang sama istri saya,”ma berdoa buat papa supaya saya disembuhkan, istri saya menjawab, “minta ampun sama Tuhan” setibanya di klinik sebelum turun dari kendaraan kita berdua berdoa dipimpin oleh istri saya kemudian saya masuk ke klinik.


Saking ketakutannya selama 4 jam 30 menit saya cuci darah tidak putus-putus saya menyembah Tuhan dan berdoa dengan mengeluarkan suara, saya tidak malu diperhatikan oleh para jururawatSaya katakan dalam doa saya, “Tuhan taklukanlah kuasa sakit penyakit oleh kuasamu” ”Tuhan sudah menanggung penyakitku diatas bukit Golguta.”


Tidak teras 4jam 30 menit telah berlau dan Tuhan menjamah saya , saya tidak menggigil


dan saya alami mujizat Tuhan kuasa sakit penyakit ditaklukan oleh Tuhan.


Puji Tuhan, Tuhan Yesus dasyat. Tuhan memberkati kita semua terima kasih buat dukungan doa saudara-saudara sekalian buat saya.

ANAK PANAH


Anak Panah

 
Pernahkah kau mengalami suatu keadaan yang membuat hidupmu seperti ditarik mundur, jauh dari harapan?
Pernahkah kau melihat orang-orang yang dulunya berapi-api tiba-tiba seperti kehilangan semangat bahkan lenyap dari peredaran?
Pernahkan kau melihat atau bahkan merasakan bahwa orang-orang yang pernah kau lihat (atau bahkan dirimu sendiri) mengalami kemunduran itu, lalu tiba-tiba melesat cepat ke depan dan meraih banyak hasil?
Pasti pernah, bukan?
Kita seperti anak panah di tangan Tuhan. Ada masa-masa anak panah itu melesat cepat terlepas dari gandewanya menuju sasaran yang dimaksudkan. Ada masanya anak-anak panah itu harus istirahat dalam tabung-Nya.
 
Namun di saat yang diperlukan, anak panah itu akan dipasang dalam gandewa-Nya ditarik kebelakang..sejauh mungkin untuk mencapai suatu sasaran.
Semakin jauh tarikannya, semakin jauh pula jarak yang akan ditempuh. Semakin panjang rentang busur menarik ancang-ancang, makin cepat pula anak panah itu melesat.
Jadi…Jika kau seperti dalam keadaan yang mundur, bersabarlah : mungkin Tuhan tengah meletakkanmu di busur-Nya. Menarikmu jauh-jauh ke belakang, agar di saat kau dilepaskan, kau memiliki daya dorong yang kuat untuk mencapai sasaran.
Dan jika kau melihat seorang teman seperti tengah mengalami kemunduran, jangan buru-buru menghakimi dengan mengatakan,”Apinya telah padam”
Jadilah teman yang baik, yang mendampingi di saat temanmu sedang “dimundurkan” karena dengan demikian kau ikut menjaganya agar tidak sampai putus asa dan terkulai.
Kau, aku, mereka…adalah anak-anak panah ditangan Tuhan. Hidup untuk mencapai suatu sasaran yang sudah ditetapkan. Tetaplah semangat, tetaplah bersabar, karena semua akan indah pada waktunya.

Senin, 12 Desember 2011

Qoutes

Tubuh kita hanya satu, waktu kita terbatas, sehingga kita perlu menimbang secara bijaksana, tidak mungkin meluluskan setiap permintaan.

Tips Menjadi Gereja Kesaksian



Setiap kali saya naik taxi, saya berusaha membayar lebih, minimal pembulatan ke atas. Kembalian di bawah 10 ribu saya relakan untuk sopir taxi. Biasanya sopir taxi merespon dengan sukacita dan ucapan terima kasih. Pun kalau saya naik angkutan umum, saya berusaha membayar lebih. Misalnya tarif 2 ribu, saya bayar 3 ribu.
Suatu ketika, karena sesuatu hal, saya pergi kebaktian ke gereja naik angkutan umum. Saya turun persis di depan gereja. Seperti biasa, saya bayar lebih dari tarif normal. Pulang dari gereja, ternyata, saya naik angkot yang sama seperti waktu berangkat. Sopirnya juga masih sama. Ajaibnya, sopir ini menawarkan mengantar kami sampai ke rumah (rumah kami masuk gang, bukan di pinggir jalan). Kami bersedia diantar sampai rumah, karena waktu itu penumpangnya hanya saya, istri dan anak kami. Saya pikir, sopir angkot ini pasti menawarkan mengantar kami sampai rumah karena waktu berangkat tadi kami membayar lebih.
Lalu saya berpikir, seandainya semua umat Tuhan, jemaat gereja, yang pergi ke gereja menggunakan angkot atau taxi atau ojek membiasakan diri untuk membayar lebih, maka SAYA YAKIN, minimal dalam satu tahun saja, gereja tersebut akan “terkenal baik” di kalangan sopir-sopir. Dan pada akhirnya mereka akan tertarik untuk mengenal YESUS.
Untuk para Gembala GPdI di milis ini, saya sarankan mencoba tips ini dengan menggerakkan jemaat untuk “membayar lebih” kepada sopir angkot/taxi/ojek setiap kali pergi ke gereja. Amin.
Play Casting Crowns "Who Am I"

Kamis, 27 Oktober 2011

Zona Tidak Nyaman

Tulisan saya kemarin berjudul Zona Nyaman. Secara ringkas, zona nyaman mengandung bahaya yaitu membuat kita tidak lagi rindu mengenal kebenaran dan tidak lagi rindu mengabarkan berita keselamatan. Semoga kita tidak terjebak di dalamnya.
Kali ini saya menulis mengenai zona tidak nyaman. Zona tidak nyaman tidak kalah berbahayanya dibanding dengan zona nyaman. Bahkan, mungkin lebih berbahaya dibandingkan zona nyaman.
Ijinkan saya membagi zona tidak nyaman menjadi dua, eksternal dan internal.
Zona tidak nyaman eksternal, contohnya kita belum mempunyai penghasilan tetap, atau penghasilan tetap kita masih kecil. Kita belum mempunyai rumah sendiri, belum mempunya jaminan asuransi kesehatan dan pendidikan untuk anak-anak kita, belum punya mobil -sementara teman-teman kita sudah-, belum punya ini, belum punya itu, belum bisa beli ini, belum bisa beli itu. Atau kita merasa tubuh kita tidak sesehat dulu, waktu kita tidak sebebas dulu. Kerja masih ikut orang lain, sementara kita ingin kerja mandiri tetapi belum mampu. Sungguh, kita berada di zona tidak nyaman eksternal. Karena keterbatasan kita secara fisik maupun keuangan.
Zona tidak nyaman internal, contohnya kita masih bergumul dengan karakter kita yang kurang baik. Kita -yang tentu saja paling mengenal diri kita sendiri- merasa masih banyak kekurangan. Masih banyak sifat buruk. Tidak lebih baik dibandingkan orang lain. Masih perlu dibereskan. Tidak se-rohani orang lain. Masih sering “bermasalah”. Pokoknya, kita merasa tidak layak untuk berbicara hal-hal rohani. Logis, karena kita merasa masih banyak yang perlu diperbaiki dalam karakter kita. Kita berada di zona tidak nyaman internal.
Melanjutkan tulisan ini, saya tidak mempunyai ide lain selain mengajak Anda membuka 2 Timotius 4:2
Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” (2 Tim 4:2)
Ayat di atas menasehatkan, baik atau tidak baik waktunya, siap sedialah untuk memberitakan firman.
Anda (dan saya) berada di zona nyaman? O, itu waktu yang baik. Mari beritakan firman!
Anda (dan saya) berada di zona tidak nyaman? Maaf, itu mungkin kondisi yang kurang baik. Tapi, mari beritakan firman!
Anda (dan saya) masih bergumul dengan ekonomi keluarga? Memang waktu yang tidak mudah. Tapi, mari beritakan firman!
Anda (dan saya) masih punya karakter yang buruk? O, saya bisa memahami betapa itu situasi yang tidak nyaman. Tapi, mari beritakan firman!
Mungkin kita merasakan sebuah kejanggalan, bagaimana mungkin dengan karakter yang buruk kita bisa berbicara tentang firman? Kalau kita bersedia berbicara soal firman menunggu karakter kita baik, sampai kita dipanggil Tuhan pun kita tidak akan punya waktu untuk itu. Karena proses penyempurnaan karakter kita berlangsung seumur hidup. Kecuali, karakter baik yang kita maksud adalah tampilan luar kita yang tampak baik di depan orang.
Max Lucado, dalam bukunya Aktor-aktor Allah, menulis daftar beberapa tokoh dalam Alkitab, sebagai berikut :
         – MUSA si pembunuh.
         – YAKUB menipu Esau atas dorongan ibu mereka sendiri, Ribka.
         – YUSUF senang pamer sehingga membuat murka saudara-saudaranya.
         – TAMAR berpura-pura menjadi wanita penghibur dengan harapan dapat memaksa Yehuda menepati janjinya.
         – RAHAB tidak berpura-pura menjadi wanita penghibur. Ia memang salah satu wanita seperti itu di lokalisasi Yerikho.
         – SIMSON yang terjerumus dalam dosa.
         – RAJA DAUD pembunuh raksasa yang tidak dapat mengendalikan hawa nafsunya, dan memiliki banyak istri.
         – Anaknya, SALOMO, mempunyai banyak istri dan kekayaan.
         – THOMAS yang meragukan Tuhan
Max Lucado melanjutkan tulisannya, dengan pertanyaan yang dijawabnya sendiri, yang tentu akan membuat dahi kita mengernyit :
“Siapakah orang-orang ini -orang-orang yang karakternya dapat dipertanyakan? Kita. Itulah jati diri mereka.”
Saya tutup tulisan saya dengan kalimat yang saya dapatkan dari seorang teman asal Semarang yang sekarang menjadi pemberita kabar baik di Amerika :
“Tuhan tidak memilih orang yang sempurna, tetapi Dia akan menyempurnakan orang yang dipilihNya.”
So, baik atau tidak baik waktunya, mari tetap beritakan kabar baik.
Tuhan memberkati.
Amin.
dalam anugerahNya (zona tidak nyaman)

Zona Nyaman



Zona nyaman, secara singkat dapat diartikan sebagai kondisi nyaman, aman, nikmat, sehingga membuat orang tidak mau beranjak dari kondisi tersebut. Di jaman para motivator bermunculan sekarang ini, zona nyaman sepertinya dijadikan sebagai musuh bersama. Kita sering mendengar, kalau mau sukses, harus berani keluar dari zona nyaman. Kalau mau berhasil, tinggalkan zona nyaman. Kalau mau ada peningkatan taraf hidup, jangan terbuai dengan zona nyaman. Singkatnya, zona nyaman adalah penghambat kemajuan.
Mengapa zona nyaman dianggap sebagai penghambat kemajuan? Mungkin, karena orang yang sudah berada di dalam zona nyaman biasanya tidak lagi kreatif, tidak lagi memikirkan terobosan-terobosan baru untuk hasil yang lebih baik. Orang yang sudah terjebak di dalam zona nyaman biasanya juga takut pada perubahan. Takut pada ketidakpastian. Karena sudah nyaman.
Setiap orang merindukan hidup yang nyaman. Nyaman karena sudah punya penghasilan yang tetap (dan besar), nyaman karena sudah punya rumah, nyaman karena semua baik-baik dan sehat-sehat saja, nyaman karena mempunyai deposito yang besar di bank, nyaman karena sudah punya posisi yang bagus. Nyaman, nyaman, nyaman dan nyaman. Tanpa pernah menyadari, zona nyaman pun menyimpan potensi ancaman.
Setiap orang ingin hidup nyaman, tetapi akan menjadi berbahaya kalau kita terjebak di dalam zona nyaman. Bahaya jebakan zona nyaman ada banyak, tetapi menurut saya, ada dua hal yang paling membahayakan.
Yang pertama adalah, zona nyaman sering kali membuat kita tidak lagi rindu mengenal kebenaran. Dengan kata lain, zona nyaman mengikis dan bahkan menghilangkan kerinduan kita untuk belajar kebenaran, tidak lagi rindu mengenal Tuhan lebih dalam. Zona nyaman seringkali membuat kita mengibaskan debu pada kitab suci seminggu sekali, karena selama seminggu tidak pernah kita buka. Zona nyaman, bisa saja membunuh kerinduan dan kesukaan kita akan hal-hal rohani. Dan yang paling tragis, akhirnya membunuh kerinduan untuk bersekutu dengan Tuhan kita.
Yang kedua, zona nyaman bisa membuat kita tidak lagi rindu mengabarkan kabar baik. Tidak lagi rindu melihat jiwa-jiwa diselamatkan. Mungkin kita berpikir semua nyaman, semua baik-baik saja, mengapa kita harus repot-repot memikirkan keselamatan jiwa orang lain? Bukankah itu tanggung jawab mereka masing-masing? Seringkali zona nyaman juga membuat kita takut disalahmengerti orang lain. Kerinduan memberitakan kabar baik adalah efek langsung dari orang yang sudah mendapat anugerah keselamatan. Jangan sampai zona nyaman menghilangkan kerinduan kita untuk mengabarkan berita keselamatan.
Sebenarnya Tuhan juga menjanjikan zona nyaman, ketika Dia berfirman,”Marilah kepadaKu semua yang letih, lesu, dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadaMu.”
Tapi percayalah, zona nyaman ini akan membuat kita semakin rindu untuk mengenalNya dan memberitakan kabar keselamatan.
Dalam anugerahNya (zona nyaman)

Senin, 10 Oktober 2011

Pengurapan Tuhan bagi gerejaNya

 
Sebagai orang percaya, kita tidak perlu takut jika kita senantiasa menjaga urapan Allah atas hidup kita. Kita bisa mengalahkan setiap raksasa di garis musuh yang menghadang kita. Hari ini dunia adalah musuh dari orang-orang yang mengasihi Yesus. Ia tidak tahu apa-apa tentang pengurapan Tuhan. Seperti Goliat dari Gat di tanah Filistin dengan baju besi atau baja, demikianlah Dunia membungkus dirinya dengan kekuatan ini. Helm nya dengan pengetahuan akal pikirannya, tombak nya dengan pengajaran sesat agama ciptaan manusia, sedangkan pedangnya dengan berbagai bentuk alasan, dan akhirnya perisainya adalah perisai ketidak pedulian yaitu kasih yang pura-pura atau dingin.
Tapi ditempat lain ditanah Israel dimana ada orang-orang yang percaya, hari itu Tuhan mengurapi Daud, diurapi-Nya hambaNya itu dengan perlengkapan senjata Surgawi yaitu kuasa RohNya. Dan pengurapanNya yang sama sedang dicurahkan kepada setiap orang percaya dihari-hari ini, tidak satu, tetapi Jutaan. Haleluya…Pekerjaan kita adalah untuk memberitakan Injil, ingat, Injil ada Injil yang sama sekali tidak berguna jika tidak diberitakan. Dia hanyalah sebuah buku biasa yang sama dengan buku-buku lain yang sebentar akan berdebu dan dibuang. Tetapi injil yang kita miliki adalah buku yang berkuasa, yang sanggup meruntuhkan benteng-benteng musuh. Sekali lagi saya katakan injil tanpa diberitakan, bahwa itu bukanlah injil…! Dan taruhlah didalam hati kita bahwa kita diurapi untuk itu.
Ketika Samuel mengurapi Daud bukanlah untuk tujuan kosmetik, seperti yang dirindukan oleh orang-orang percaya dihari-hari ini. Kita mengejar pengurapan tapi tidak tahu apa tujuan Tuhan mengurapi kita?. atau apakah tujuan Samuel buat Daud agar memberinya pengalaman yang menyenangkan, seperti yang kita dapatkan dan kita berkata: aku dapat bahasa Roh, aku dijamah Roh Kudus….Tidak, Tuhan tidak bertujuan itu buat kita!
Ini adalah untuk tugas pelayanan pemberitaan InjilNya keseluruh Dunia…Kita menerima pengurapan Roh Kudus bukan untuk kesenangan atau untuk menambahkan pesona kita akan lawatanNya. Tapi melalui hal ini Tuhan mau kita bertindak menghancurkan raksasa-raksasa digaris musuh agar injilNya diberitakan.
Selama 1500 tahun, Gereja mendorong Roh Kudus ke samping. sehingga sedikit sekali pemahaman akan pekerjaan Roh Kudus. Mereka hanya berbicara tentang anugerah Roh Kudus tetapi menolak perkerjaanNya. Dan bila kita berbicara pekerjaanNya..kita tidak dapat pisahkan kuasa pengurapanNya..
Tetapi terpujilah Tuhan, pada abad ke-20 ia menunjukkan diriNya kepada orang-orang beriman bapak-bapak atau orang tua rohani kita di mana-mana. Dan hari ini, mari kita menghargai Roh Allah dengan bertekun, berdoa, merendahkan diri. Kita mencari WajahNya agar urapan-Nya dicurahkan buat kita dihari-hari yang sedang berakhir ini. Bukankah kuasa urapanNya yang akan menyingkirkan kita di padang gurun sebelum penguasa dunia ini yaitu antikristus akan berkuasa?
Roh Kudus itulah kekuatan kita, dan Dia, ia telah lama ada, sebelum dunia ini dijadikan, Dialah yang awal dan akhir, Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan.
Oh Haleluya saya percaya,…Roh Kudus tidak diberikan hanya untuk membantu kita fasih berkhotbah. Roh Kudus tidak hanya diberikan agar kita dapat berkata saya sudah lahir baru…tetapi Roh Kudus menaruh api dalam hati manusia yaitu orang percaya..! Api yang membakar hati kita untuk berkobar-kobar memberitakan injilNya, api yang membakar dosa-dosa yang tersembunyi, api yang membakar kasih yang dingin,,Haleluya. Seperti Nabi Jeremia berkata…” Tetapi apabila aku berpikir: “Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya”, maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti API yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.
Dan Rasul Yohanes berkata:. “Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan Api”!.
Dan akhirnya Yesus berkata”Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! !
Ya…bersiaplah gerejaNya…
“Allah sedang mempersiapkan hamba-hambaNya untuk masa Penuaian, seperti yang belum pernah dilihat oleh Dunia ini.”
Amin
In His Name,
O.H

Pdt.Samuel Lassa: Terobosan Di Pintu Gerbang Misi Penginjilan.

Saulus, mantan anggota mashab Farisi yang terkenal sangat keras menentang ajaran Yesus. Ia menulis bahwa “Injil adalah kuasa Allah”, (Roma 1:16 – TL). Keyakinan dalam tulisannya dilatar-belakangi inspirasi Ilahi dan kuasa panggilanNya yang menakjubkan. Ia diproses habis – habisan dalam perjalanan menuju Damsyik untuk menumpas ajaran Yesus atas rekomendasi Imam Besar (Kis.9:1-18). Kuasa itulah yang mengubah seluruh pandangannya. Kuasa-Nya menghasilkan energi “supranatural”. Mengapa Saulus bisa berubah menjadi Paulus? Mengapa hati yang keras bisa menjadi lembut? Mengapa pintu hatinya yang keras dapat diterobosi dan kemudian ia sendiri membuat terobosan di pintu penginjilan dan misi? Bagaimana menggerakkan kuasa Allah hingga dapat bermanifestasi dalam suatu terobosan? Jika kita merenungkan pertobatan Paulus yang penuh dengan kejutan supranatural, dan perjumpaannya dengan Yesus, maka kita harus mengingat seorang pemberita Injil yang bernama Stefanus. Dialah yang melakukan terobosan di pintu hati Paulus. Walau kelihatannya justru Saulus merekomendir penganiayaan dan kematian Stefanus sebagai syahid Kristen. Namun percakapan Yesus dengan Saulus dalam penglihatannya di jalan menuju Damsyik, mengungkap tabir kesaksian. Hati Paulus menjadi luluh lantah diterobos kuasa perkataan Allah. Ia disadarkan bahwa Saulus telah menganiaya Tuhan yang hidup dalam hati Stefanus. Jadi untuk menjawab beberapa pertanyaan di atas, saya mengajak kita menelusuri sikap hati misi seorang Stefanus, (Kis.7:54-60):
1.Penuh Dengan Roh Kudus, (ayat 55).
“Tetapi Stefanus yang penuh dengan Roh Kudus…”
Saya yakin Stefanus begitu terbakar dengan kalimat terakhir Yesus Kristus di bukit Zaitun menjelang detik – detik terangkat-Nya ke Sorga. Yesus berkata: “Tetapi kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atasmu”, Kis.1:8. Secara terminology kata kuasa (dunamis) memiliki arti yang sangat luas dan dapat dijabarkan dari beberapa kata, sebagai berikut: 1).Kata “dinamo” sangat berarti pada system pembangkit tenaga listrik. Dinamo adalah perangkat system ini yang dapat menghasilkan “terang”. 2).“Dinamit” adalah benda yang dapat “menghancurkan gunung”. Benda ini sangat dibutuhkan pada proyek pembuatan jalan hingga jalan dapat menjadi “rata”. 3).Kata “dinamika / dinamis” sering kita jumpai pada ilmu kepemimpinan dan tatanan sosial yang memiliki pengertian “bergerak maju” atau “tidak statis”. 4).Tanda “dinamik” digunakan dalam seni musik untuk improvisasi musik.
Saulus seorang yang sangat taat pada agama dan mashabnya yang sangat keras, tetapi sangat tidak manusiawi (kriminal) karena ia terlibat pada kasus pembunuhan Stefanus. Hatinya gelap gulita. Hatinya keras seperti gunung batu. Ia tidak mampu mencerna dinamika pengajaran Kristus. Improvisasi kehidupan yang ia mainkan adalah nyanyian penganiayaan yang berujung kematian sadis. Tapi dinamo yang dimiliki Stefanus benar – benar berputar menerbitkan terang di hati Saulus dalam perjalanan menuju Damsyik. Dinamit seorang Stefanus meluluh-lantahkan hatinya menjadi rata. Terang itulah yang dinyalakan Paulus, kuasa itulah yang dimpartasikan setelah ia bertobat dan melakukan misi penginjilan mulai dari Antiokia sampai ke Roma. Ia menghasilkan petobat baru dan jemaat yang baru karena dinamika pengajaran Kristus telah ditransformasi dalam dirinya. Ia memainkan tanda dinamik ilahi sewaktu di dalam penjara Filipi. Ia telah mengalami sukacita walaupun penghinaan dan nista dihadapinya. Roh Kudus telah mengambil alih semua peran itu sehingga mengaktifkan dunamis. Terobosan misi pekabaran Injil harus dimulai dengan peranan Roh Kudus.
2.Fokus Pada Visi Yang Allah Singkapkan, (ayat 55).
“…menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.”
Hanya beberapa penggal kalimat saja pada naskah tersebut sehingga agak sulit menjabarkan poin ini. Namun kita dapat meneropong ke belakang mengenai permulaan pelayanan Stefanus. Namanya tertera sebagai urutan pertama yang ditulis Lukas pada pemilihan ke tujuh diaken. Hal yang perlu kita cermati adalah kalimat: “…Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus,…” (Kis.6:5). Kemudian pada masa pelayanannya Ia dikenal sebagai seorang yang penuh dengan karunia dan kuasa serta mengadakan mujizat dan tanda – tanda di antara orang banyak, (Kis.6:8). Dari keterangan tersebut kita dapat memastikan bahwa Ia adalah seorang pemberita Injil yang selalu fokus pada visi yang Allah singkapkan. Visi adalah sebuah impian spiritual yang Allah singkapkan untuk menatap masa depan yang akan kita lalui. Ia lebih kuat dari sebuah prediksi yang dibangun oleh logika. Tentu saja impian spiritual ini dimulai dari seorang yang penuh dengan Roh Kudus. Timbul sebuah pertanyaan: Mengapa Stefanus dan juga Paulus begitu gigih mempertahankan kebenaran Injil yang mereka beritakan? Jawabannya adalah karena mereka selalu fokus pada visi yang Allah taruh dalam spirit mereka. Kita harus fokus pada apa yang Allah singkapkan untuk melakukan suatu terobosan.
3.Presentasikan Visi anda, (ayat 56).
“Lalu katanya: “Sungguh aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia beridiri di sebelah kanan Allah.”
Stefanus diijinkan oleh Tuhan melihat penglihatan seperti yang disaksikan oleh Daud leluhur mereka. Yang paling menarik di sini adalah Lukas, seorang penulis dan peneliti merasa perlu untuk mengutip kembali apa yang telah dikatakan oleh Stefanus. Kutipan ini mengandung pesan bahwa visi sorgawi yang pernah dilihat raja Daud harus dipresentasikan dari generasi ke generasi. Demikian juga dengan Paulus. Terobosan misi penginjilan akan selalu hidup jika visi yang Tuhan taruh pada kita dibagikan kepada orang lain. Dengan demikian visi anda akan bermultiplikasi dari waktu ke waktu dan dari generasi ke generasi.
4.Berdoa Dengan Kata – kata Yang Positif Walau di Tengah Kesulitan dan Tekanan, (ayat 59 – 60).
“Sedang mereka melemparinya, Stefanus berdoa, katanya:” Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!”…
Begitu banyaknya para pelayan Injil yang mengalami kegagalan ketika tiba pada tingkat ini. Sikap doa Stefanus merupakan tindakan iman untuk menguburkan keinginan duniawi yang penuh dengan tuntutan kedagingan. Apabila kita telah melewati fase ini, berarti kita sudah hampir mencapai garis finish dimana kita menerobos masuk pintu gerbang sukses dalam misi penginjilan. Doa yang positif akan mendatangkan kuasa yang dahsyat, (Yak.5:16b). Doa yang positif adalah doa yang di dalamnya terkandung kebenaran. Doa yang di dalamnya terkandung kebenaran pasti pendoanya adalah orang yang sudah dibenarkan. Orang yang sudah dibenarkan pasti memahami prinsip salib Kristus. Salib Kristus adalah puncak pembuktian dari sebuah kebenaran. Pilatus pernah bertanya kepada Yesus: “Apakah kebenaran itu?” (Yoh.18.38a). Kita mendapatkan jawabannya melalui 3 (tiga) penyingkapan rahasia ini dalam Alkitab: 1). Firman Tuhan adalah kebenaran (Yoh.17:17), 2).Yesus adalah kebenaran (Yoh.14:6), 3).Roh Kudus adalah kebenaran (1 Yoh.5:6). Ketiga prinsip kebenaran ini harus selalu melekat pada hati dan mulut seorang pendoa. Doa kita harus selalu berdasar pada Firman, Yesus dan Roh Kudus. Sengsara selalu membawa nikmat pada doa orang benar. Atmosfir ini hanya bisa terjadi kepada pendoa yang yang tidak pernah mengeluh dengan situasi apapun juga. Masuklah pada atmosfir kebenaran Ilahi, maka doa kita akan selalu penuh kuasa dalam sebuah terobosan Injil.
5.Memiliki Hati Seperti Hati Yesus, (ayat 60).
“Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!”…
Stefanus telah mencapai sikap hati seperti yang dimiliki oleh Yesus. Tingkat ini dapat saya katakan “Finishing Well atau Happy Ending” with the Holy Spirit. Terobosan misi penginjilan akan selalu berakhir dengan kegagalan apabila tidak dapat diselesaikan dengan baik. Memasuki atmosfir ini adalah tingkat yang tertinggi dimana kita harus memiliki hati seperti hati Yesus. Tuhan Yesus pernah membagikan hatinya ketika mulai mengajarkan doa kepada murid – murid-Nya, (Mat.6:5-15). Hati Yesus penuh dengan pengampunan dan belas kasihan, walaupun orang yang memusuhinya sekalipun. Ajaran yang agung mulia ini telah dibuktikannya di salib, (Luk.23:34). Sangat mirip dengan apa yang dikatakan Stefanus pada insiden penganiayaannya. Atmosfir hati Yesus dapat kita alami ketika merenungkan tulisan rasul Paulus dalam Fil.2:6-11. Untuk masuk pada ruangan pembelajaran ini, kita harus melalui proses pencucian pikiran dan perasaan manusiawi yang terbatas. Kemudian kita harus melakukan proses isi ulang dengan pikiran dan perasaan Yesus yang tidak terbatas. Kita benar – benar sudah memasuki suatu dimensi baru dimana dimensi ini akan menggantikan karakter manusiawi menjadi karakter Ilahi. Intinya adalah cara ini merupakan proses mengaktifkan kuasa Allah sampai pada penaklukkan segala sesuatu yang ada di langit, di atas bumi dan di bawah bumi, (ayat 10). Akhirnya atas kuasa terobosan inilah setiap lidah harus mengakui bahwa “Yesus Kristus adalah Tuhan” bagi kemuliaan Allah, Bapa!. Dalam proses pembelajaran menuju kodrat Ilahi ini, kita harus melalui beberapa fase, sebagai berikut: 1).Tidak menganggap setara, walaupun punya hak untuk mempertahankannya (ayat 6), 2).Pengosongan diri (ayat 7), 3).masuk pada level kedudukan yang terendah (ayat 7), 3).Siap mengalami hidup sebagai orang yang lemah dan terbatas, (ayat 7). 4).Dalam keadaan tersebut harus konsisten dengan ketaatan sampai langkah terakhir, (ayat 8), 5).Bahkan ketaatan itu sampai pada tempat yang disebut ketidak-adilan atas kita, (ayat 8). Penjelasan pada ayat 9 – 11 merupakan terobosan yang dahsyat untuk mengemban Amanat Agung Yesus Kristus.
Injil sampai ke benua Eropa karena terobosan yang dahsyat. Rasul Paulus telah melakukan banyak terobosan dalam misi penginjilan. Ia telah menerima tongkat estafet “ mandat Allah” dari seorang yang penuh Roh Kudus yang bernama Stefanus. Yesus Kristus telah menyempurnakan semua impian ini di kayu salib. Kita semua adalah generasi penerus yang akan mebawa tongkat estafet dari mandat Allah. Dan tidak hanya sampai pada generasi kita, tongkat itu harus diserahkan untuk dilanjutkan pada generasi berikutnya sampai maranatha. Adalah lebih baik jika kita tidak menunda semua impian ini. Marilah kita bergerak maju pada panggilan yang mulia ini untuk melakukan terobosan Ilahi. Masuklah pada panggilan Allah sesuai dengan kadar panggilan yang Tuhan titipkan pada kita, generasi kita dan generasi selanjutnya. Ladang yang sementara kita tuai sangat sangat luas sedangkan pekerja sedikit. Yesus telah meberikan suatu gambaran bahwa untuk memaksimalkan pekerjaan dari ketidakseimbangan antara pekerja dan ladang tuaian melalui maksimalitas kerja. Kita adalah pekerjanya Tuhan dalam suatu Perusahaan Kayu Salib. Tuhan ingin agar kita harus meinvestasikan tenaga pikiran, material dan dana untuk terobosan ini. Investasikan dan kembangkan talenta anda untuk suatu terobosan bagi ekspansi kerajaan Allah. Salam Terobosan! (*Samuel Lassa).

TETAP PANAS, MENDIDIH…


 
Ayat Pokok: Roma 12:11 – bagian 9
Oleh: Pdt. A.H. Mandey

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Puji Tuhan! Itulah yang Tuhan kehendaki dari setiap saudara dan saya.
Kita telah belajar, bahwa kata “menyala-nyala” itu seperti suara air yang mendidih [= to bubble]. Air mendidih disebabkan api yang memanaskan. Kalau hati dipenuhi/dipanaskan dengan Roh Kudus, maka seperti api yang membakar, roh akan menyala-nyala, dan dari mulut akan keluar ‘suara’: pujian, ucapan syukur, kesaksian!
Roh Allah dalam kita, membuat saudara dan saya takkan bisa tinggal diam. Kita akan giat, lebih giat, bahkan semakin giat melayani Tuhan. Haleluya! Dan setelah segala sesuatunya berakhir, ada upah yang menanti: masuk dalam kebahagiaan Tuhan kita dalam surga yang kekal.
Hal Tersembunyi Ialah Bagi Allah
“Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya…” – Ulangan 29:29. Perkara-perkara yang tersembunyi ialah bagi Allah – hanya Dia yang tahu. Tetapi hal-hal yang tadinya tersembunyi lalu dibukakan/dinyatakan – itulah bagi kita dan anak cucu kita.
Ada banyak rahasia yang telah dibukakan Tuhan melalui Daniel. Namun banyak pula yang harus disimpan dan disembunyikan Daniel, sampai akhir zaman – Daniel 12:4 [Open in Logos Bible Software (if available)] .
Kita sekarang hidup di akhir zaman. “Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir” – 1 Yohanes 2:18.
Sekitar tahun 98, Tuhan pun membukakan sebagian rahasia yang tertutup itu kepada rasul Yohanes yang tengah dibuang di Pulau Patmos.
Jemaat Laodikia – Wahyu 3:14-19
Tujuh surat yang dituliskan kepada tujuh jemaat: Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, dan Laodikia merupakan gambaran perjalanan gereja di akhir zaman. Jadi, surat terakhir yang ditujukan kepada jemaat Laodikia merupakan gambaran tentang keadaan jemaat Tuhan yang hidup di akhir dari akhir zaman.
Perhatikan apa yang ditulis tentang jemaat Laodikia dan bandingkan dengan keadaan gereja saat ini: “Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!”
Awalnya mereka panas, tapi seiring dengan berjalannya waktu, kerajinan menjadi kendor, tidak lagi mendidih, roh tidak lagi menyala-nyala, sehingga akhirnya menjadi suam-suam kuku – tidak panas, tidak pula dingin! Mereka masih orang Kristen, sebab masih tetap rajin beribadah, namun tanpa disadari, telah menjadi suam – tidak lagi berapi-api.
Mereka mengaku: “Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa.” Persis seperti keadaan gereja dewasa ini: berkelimpahan; kaya secara jasmani. Namun mereka tidak tahu dan tidak menyadari kalau mereka sudah mundur, suam.
Tuhan kemudian menggambarkan keadaan mereka yang sesungguhnya: “engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang!”
Apa yang akan terjadi dengan jemaat macam ini, jika tidak bertobat? “Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.” Peringatan yang amat keras bagi saudara dan saya, jemaat akhir zaman!
Oleh sebab itu, sebelum terlambat, ada tiga hal yang harus segera kita miliki:
1. Emas yang telah dimurnikan dalam api ~> emas murni yang telah dibersihkan
oleh api Roh Kudus;
2. Pakaian putih = kesucian; dan
3. Minyak pelumas mata ~> minyak Roh Kudus yang bisa mencelikkan agar kita
bisa melihat dengan jelas!
Jangan Sampai Tertinggal…
Nubuat tentang gereja Tuhan yang akan mengalami kelimpahan luarbiasa; dan tentang keturunan Ismail di akhir zaman – Yesaya 60:1-7 – “… Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu… Mereka semua akan datang… membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN. Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku …”
Bagaimana? Hendak panaskah saudara? Dinginkah? Atau suam? Pilihan ada di tangan saudara dan saya! Tuhan melalui FirmanNya telah memberi peringatan. “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!”
Jadilah bijak! Tentukan pilihanmu sekarang! Tetapi jangan salah pilih! Pilihlah yang terbaik: tetap panas dan mendidih; jangan kendor, jangan mundur!
Sekali Yesus, Tetap Yesus! Tuhan Yesus memberkati!

Rabu, 05 Oktober 2011

PENGHALANG ANAK TUHAN MENGENAL TUJUAN ILAHI

Saudara, sebelum bumi diciptakan telah terjadi perseteruan antara Tuhan dengan iblis. Diawali dengan kejatuhan Bintang ALLAH yaitu yang bernama Lucifer. Ia tidak rela kemuliaannya direbut dan menundukkan diri kepada penciptanya. Alkitab mencatat bahwa Lucifer(bintang timur/putra fajar), sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi. Saudara, saya percaya Tuhan punya tujuan Ilahi atas setiap kita, tetapi Iblis juga tidak rela. Ini pertempuran yang sudah terjadi ribuan tahun lamanya dan selalu berulang sampai masa sekarang. Tuhan rindu akan datangnya sebuah masa dimana kita mempunyai punya kesadaran akan Tuhan, kesadaran bahwa kita hidup di bumi dengan sebuah tujuan dan kerinduan Tuhan. Tetapi iblis berusaha untuk menawarkan hal-hal kelihatannya jauh lebih menarik daripada kerinduan Tuhan, yaitu keindahan dunia, kenikmatan dunia dan cinta dunia
Tapi hari ini saya akan ajarkan kepada saudara untuk mengerti dan bisa membedakan, mana yang merupakan kehendak Allah, kehendak diri sendiri, atau mana yang merupakan kehendak daripada roh jahat. Saudara, di dalam pelayanan saya pada waktu kuliah, pelayanan saya berkisar pada mendoakan orang-orang supaya yang tadinya mengalami gangguan roh jahat menjadi sembuh. Tetapi di dalam pelayanan saya, saya juga pernah mendoakan seseorang yang saya kira mengalami gangguan roh jahat, saya sudah doakan dan sudah mengusir roh jahat didalam Nama Yesus, sampai mungkin mulut saya berbusa-busa. Tetapi orang itu tetap mengalami seperti gangguan roh jahat.
Saudara, didalam pelayanan saya, saya menemukan 3 hal mengapa seseorang manusia itu bisa lepas kontrol daripada tujuan Ilahi untuk membentuk manusia menjadi pribadi yang indah, pribadi yang sempurna dan menyenangkan Tuhan sehingga menyebabkan manusia memiliki ketidakmampuan untuk mendengar suara Tuhan atau ketidakmampuan untuk mengenal tujuan Tuhan, yaitu :
1. Gangguan roh jahat
“Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini."
(Matius 12:43-45)
Saudara, manusia terdiri dari susunan kromosom dan sususan gen. Ternyata didalam sebuah penelitian kuasa kegelapan bisa mengubah susunan kromosom walaupun tidak mengurangi jumlahnya. Saya pernah menemui didalam pelayanan saya, orang-orang yang dirasuk roh jahat bisa memberi dampak kepada orang lain untuk menggunakan benda-benda yang sama, baju yang sama, kesukaan yang sama. Roh jahat selalu mengambil wadah atau pijakan untuk bisa memanifestasi. Roh jahat adalah roh pengikat, seringkali dalam pelayanan saya, roh jahat punya kuasa pengikat tingkat tinggi.

2. Gangguan kejiwaan.
Saudara untuk melayani orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan tidak bisa hanya didoakan saja. Ini perlu kesabaran dengan pembimbingan khusus supaya orang tersebut sembuh dari sakit jiwanya. Tidak sama seperti mengusir roh jahat, perlu orang-orang yang setia membimbing mereka supaya sembuh dari sakit jiwanya.
3. Gangguan roh jahat dan juga gangguan kejiwaan.
Saudara, hal ini terjadi jika seseorang diganggu roh jahat dan juga ternyata dia mengalami gangguan kejiwaan. Selain roh jahatnya di usir dalam Nama Yesus, juga harus dilakukan pembimbingan secara terus-menerus supaya jiwanya yang sakit bisa disembuhkan.
Lalu bagaimana cara kita membedakan ketiga hal diatas? Saudara, tolak ukurnya bila gangguan roh jahat, kita usir dalam Nama Yesus pasti roh jahatnya lari. Karena iblis takut dengan Nama Yesus dari Nazaret. Orang--orang yang dirasuk roh jahat berbeda dari kebanyakan orang pada umumnya. Mereka memiliki kesukaaan dan kebiasaan yang unik. Misal roh percabulan, akan selalu jatuh bangun dan sifatnya sangat ekstrim, tidak bisa jika tidak melakukan dan cenderung bertambah tingkat terikatnya. Dan ciri-ciri berikutnya adalah ketidakmampuan seseorang untuk melepaskan sesuatu untuk pergi. Contoh jika ada seorang yang cinta Tuhan, tapi masih jatuh bangun dalam dosa, biasanya ia dirasuk roh jahat.  Ciri khas gangguan roh jahat mempunyai banyak wajah , berubah-ubah karena sifat roh jahat memiliki seribu wajah (tipudaya roh jahat). Tapi berbeda bila seseorang mengalami gangguan kejiwaan, harus dengan pelayanan demi pelayanan, dengan kasih dan kesabaran.  Didoakan berulang-ulang dan dikonseling berulang-ulang. Gangguan kejiwaan sifatnya sangat komplek, bisa karena dari masa lalu terluka, misal cowok yang sangat lembut biasanya Ibunya lebih dominan dari Ayahnya. Saudara, roh jahat tidak mungkin berkuasa atas diri kita jika ada Yesus didalam hati kita. Mengapa banyak orang Kristen walau sudah ke gereja, ikut kkr, pelayanan tapi masih dirasuk iblis? Kemungkinan besar karena ia belum menerima Yesus secara pribadi dan mempersilahkan Tuhan Yesus sebagai penguasa tunggal dihidupnya.
Saudara, kita harus berhati-hati dan selalu berjaga-jaga dengan berdoa dan baca Firman, memiliki komunitas yang benar, dan yang paling penting kita menerima Tuhan Yesus secara pribadi supaya kita tidak mudah diganggu roh jahat. Percayalah Tuhan punya rencana indah buat setiap kita. Mari saudara jangan biarkan dunia ini membutakan mata kita, karena Tuhan sudah menyediakan kemuliaan yang jauh lebih indah dari keindahan dunia yang sifatnya hanya sesaat dan fana. Mari saudara kita sungguh-sungguh belajar mengenal Tujuan Tuhan dalam hidup kita. AMIN !!!

Selasa, 04 Oktober 2011

PERTOBATAN, KEBANGUNAN ROHANI, DAN PENGHUKUMAN KEKAL (CONVERSION, REVIVAL, AND ETERNAL RETRIBUTION)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan oleh Dr. Eddy Purwanto

“Sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi” (Matius 8:12).

Tema tentang Neraka jarang sekali dikhotbahkan dari mimbar-mimbar kita hari ini. Bahkan dimana itu dipercaya, bahwa itu jarang menjadi subyek dari keseluruhan khotbah. Minggu malam yang lalu saya menyampaikan sebuah khotbah yang berjudul “Khotbah pada Zaman Penyesatan!” Di sana hanya ada dua penekanan singkat tentang Neraka dalam khotbah itu. Namun seorang pengunjung gereja kita berkata kepada saya setelah kebaktian bahwa itu adalah “Khotbah tentang api dan penghukuman Neraka.” Saya kira yang ia maksudkan adalah bahwa itu adalah khotbah yang serius, karena di sana hanya ada sedikit penekanan tentang Neraka. Saya takut bahwa di zaman kita ini banyak khotbah yang menyatakan bahwa Anda terhilang tanpa Kristus akan disebut sebagai khotbah tentang “Api dan penghukuman Neraka.”
Jadi jarang sekali tema tentang Neraka dikhotbah di mimbar-mimbar pada zaman kita ini yang memberikan peringatan tentang penghukuman kekal dalam khotbah yang segera disebut dengan “khotbah tentang api dan belerang Neraka.” Ini membuat mudah bagi orang berdosa yang belum bertobat untuk mengurangi atau men-discount pentingnya subyek yang sangat mengerikan itu. Namun Neraka tidak harus di-discount, diremehkan atau diabaikan. Ini harus secara terus menerus menjadi tema penginjilan yang sejati. Jika kita mengikuti contoh dari para pengkhotbah evangelical di masa lalu, dan jika kita mentaati Kitab Suci itu sendiri, tema tentang Neraka harus disampaikan dengan urgensi dan kuat dalam khotbah kita. Iain H. Murray menekankan itu dalam pengantar bukunya yang berjudul The Old Evangelicalism: Old Truths for a New Awakening (The Banner of Truth Trust, 2005) bahwa William Booth, pendiri dari Bala Keselamatan, ketika ditanya oleh pewawancara pada tahun 1901 tentang apa bahaya utama yang akan terjadi pada abad 20 ini. Ia menjawab bahwa salah satunya itu adalah khotbah tentang “Sorga tanpa Neraka” (Murray, ibid., hal. xi).
Nampak bagi saya bahwa “prediksi” dari Booth benar-benar telah tergenapi. Banyak hamba Tuhan yang melayani berbagai pelayanan penguburan bagi orang-orang yang tidak pernah pergi ke gereja, atas permintaan keluarga yang ingin agar orang-orang yang terkasih yang telah meninggal itu, walaupun ia dalam hidupnya jarang masuk gereja, diberikan pelayanan penguburan sepenuhnya secara Kristen, dengan pendeta membuat pernyataan tentang “kebaikan-kebaikan” dari hidup mereka, dan mengatakan bahwa orang yang mati tanpa Kristus ini tanpa diragukan lagi sedang berjalan menuju Sorga, dari pada menjelaskan kebenaran: bahwa tidak perlu diragukan lagi bahwa mereka ada “dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi” (Matius 8:12). Namun jika pengkhotbah itu menguraikan kata-kata Kristus ini secara rinci, ia akan segera mendapati bahwa tak seorangpun mau mendengarkan dia. Di sana Anda memiliki satu contoh tentang bagaimana “prediksi” dari Booth ini telah digenapi di mimbar-mimbar modern. “Sorga tanpa Neraka” hampir menjadi tema khotbah modern secara universal.
Bagaimana dengan persekutuan-persekutuan dan kebaktian-kebaktian kaum muda, dan kebaktian penginjilan? Lagi, “prediksi” Booth benar. “Sorga tanpa Neraka” hampir selalu menjadi tema dari pertemuan-pertemuan atau kebaktian kaum muda hari ini.
Dan dalam khotbah-khotbah di gereja-gereja hari ini tema tentang Neraka biasanya juga dihindari. “Sorga tanpa Neraka” hampir selalu menjadi tema sentral khotbah penginjilan “modern.”
Kembali ke tahun 1911 Dr. R. A. Torrey berkata bahwa tidak ada doktrin Alkitab
“…yang secara luas lebih banyak dipertanyakan pada zaman ini dari pada yang berhubungan dengan tujuan akhir di masa depan dari orang-orang yang menolak Yesus Kristus dalam hidup yang dihidupinya sekarang ini. Bahkan dalam [gereja-gereja konservatif] ada pengingkaran yang terus meluas, atau paling tidak peraguan, tentang penderitaan yang terus menerus, tiada akhir, bagi orang yang belum bertobat. Di mana kalau toh tidak ada pengingkaran atau peraguan berhubungan dengan doktrin ini, paling tidak ada kesunyian berhubungan dengan doktrin ini” (R. A. Torrey, D.D., The Higher Criticism and the New Theology, Gospel Publishing House, 1911, hal. 258).
Saya berpikir ada sejumlah alasan untuk fakta bahwa ada begitu sedikit khotbah tentang Neraka, bahkan di gereja-gereja konservatif. Salah satu alasannya adalah bahwa para pengkhotbah telah melupakan bahwa khotbah penginjilan harus mulai dengan Hukum Taurat. Doktrin tentang Neraka adalah Hukum Taurat. Dan banyak pengkhotbah tidak menyadari bahwa khotbah tentang Hukum Taurat harus disampaikan terlebih dahulu agar orang berdosa itu menyadari kebutuhannya akan Kristus.
Dalam bukunya yang sangat mengagumkan, The Old Evangelicalism: Old Truths for a New Awakening (The Banner of Truth Trust, 2005) Iain H. Murray menuliskan salah satu pasal dengan judul “Preaching and Awakening: Facing the Main Problem in Evangelism” [“Khotbah dan Kebangunan Rohani: Masalah Utama dalam Penginjilan”]. Dalam bab itu, Murray mengutip Mary Winslow, yang berkata,
Bagaimana ini terjadi bahwa pemberitaan injil telah menjadi begitu sedikit berefek dalam karya pertobatan? Saya tidak dapat tidak untuk membuat kesimpulan ini yaitu bahwa tidak akan pernah ada lagi kebangunan rohani di negeri ini [USA] sampai hukum Taurat dikhotbahkan kembali dengan sekuat tenaga untuk menyadarkan orang berdosa yang belum bertobat, menginsafkannya akan dosa, menunjukkan kepalsuan dari tempat perlindungannya, membentangkan kepadanya keadaannya [yang secara alami] telah rusak, dan menyingkapkan konsekwensi yang luar biasa dari hidup dan mati dalam keadaan yang tidak dibaharui (Murray, ibid., hal. 2).
Dalam bab itu Murray menekankan bahwa pada zaman kebangunan rohani sejati orang-orang dibuat sadar akan dosa mereka, murka Allah dan realitas akan Neraka. Murray berkata,
Sebelum Kebangunan Rohani abad delapan belas, sebagaimana Samuel Blair, seorang pendeta dari periode itu menulis: ‘Telah dipikirkan bahwa jika ada kebutuhan hati yang tertekan melihat bahaya jiwa, dan takut akan murka Allah, itulah satu-satunya yang dibutuhkan bagi orang-orang berdosa.’ Blair meneruskan perkataannya, berhubungan dengan kesadaran akan dosa yang datang menjadi seperti depresi mental dan seperti sesuatu yang ingin dihindari. ‘Banyak orang pada umumnya… tidak mempedulikan hati dan kebodohan untuk tidak memperhatikan hal yang besar berhubungan dengan kekekalan.’ Di New England, Jonathan Edwards berbicara dengan cara yang sama tentang orang-orang yang memandang neraka sebagai ‘sesuatu yang tiada lain selain sekedar sebuah fiksi untuk menakut-nakuti jemaat.’
       Kondisi umum ini kemudian diubah dengan Kebangunan Rohani Injili. Ketika Isaac Watts dan John Guyse menulis Kata Pengantar untuk edisi pertama dari buku Jonathan Edwards yang berjudul Narrative of Surprising Conversions pada tahun 1737, mereka memperhatikan suatu transformasi… dan mengamati, “Di manapun Allah bekerja dengan kuasa untuk keselamatan atas setiap pikiran manusia, akan ada penemuan tentang perasaan sadar akan dosa, tentang bahaya murka Allah.’
       Dalam setiap kebangunan rohani semuanya sama seperti itu (Murray, ibid., hal. 3-4).
Kebangunan-Kebangunan Rohani seperti itu sekarang sudah jarang. Namun saya adalah saksi mata untuk satu yang terjadi pada tahun 1960-an yang lalu. Seorang gembala dengan kuat dan terus menerus berkhotbah tentang dosa dan Neraka. Saya sendiri, sebagai seorang hamba Tuhan yang masih muda, sering diminta untuk berkhotbah kepada anak-anak muda, dan khotbah-khotbah saya sendiri berfokus kepada penghakiman dan murka. Pada suatu acara sekolah Alkitab liburan dan acara camp gereja, dan pada berbagai kesempatan lainnya, kata-kata dari Mazmur 139:23-24 ditetapkan sebagai musik. Ayat-ayat ini dinyanyikan berulang-kali, sebagai tema lagu dari masa kebangunan rohani pada waktu itu.
“Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” (Mazmur 139:23-24).
Kebangunan rohani itu berlangsung selama beberapa bulan. Ratusan anak muda membanjiri gereja, dan banyak yang dipertobatkan. Seluruh suasana hati dari kebangunan itu berlangsung dengan sangat serius. Ada keinsafan akan dosa yang sangat mendalam, banyak yang menangis, dan doa-doa syafaat terutama ditujukan untuk orang-orang terhilang. Saya tidak akan pernah melupakan kesempatan yang spesial itu selama hidup saya. Seperti yang telah saya katakan, masa kebangunan rohani itu berlangsung atau bertahan selama berbulan-bulan.
Anda tidak dapat “menciptakan” peristiwa seperti itu. Itu tidak dapat dihasilkan oleh apapun yang dilakukan oleh manusia. Namun saya tahu dengan pengamatan pribadi saya, dan dengan bertahun-tahun membaca tentang subyek itu, bahwa kebangunan rohani seperti itu selalu datang bersama dengan khotbah yang sangat serius tentang hukum Taurat – khotbah tentang dosa, Penghakiman Terakhir bagi orang-orang yang mati tanpa keselamatan, murka Allah, dan penghukuman kekal di Neraka – dan datang bersama dengan doa-doa yang serius bagi pertobatan orang-orang terhilang. Seperti yang dikatakan oleh Iain H. Murray, “Dalam setiap kebangunan rohani semuanya sama seperti itu” (ibid., hal. 4). Saya telah menjadi saksi mata untuk pemandangan seperti ini, yang Murray kutip berhubungan dengan kebangunan rohani yang mulai di Pyongyang, Korea pada tahun 1907,
Setiap orang melupakan semua. Setiap orang bertemu muka dengan muka dengan Allah. Saya dapat mendengar suara yang sangat menakutkan dari ratusan orang yang memohon kepada Allah untuk memperoleh hidup dan rahmat. Jeritan tangis menggema di seluruh kota itu sampai para penyembah berhala yang ada berada dalam kegemparan…. Memandang sorga, memandang Yesus yang telah mereka khianati, mereka memukuli diri mereka sendiri dan menangis dengan ratapan penuh kesedihan: ‘Tuhan, Tuhan, jangan lemparkan kami untuk selama-lamanya!’ Segala sesuatu yang lain telah mereka lupakan, tidak ada lagi yang berarti bagi mereka (Murray, ibid., hal. 4-5).
Saya telah berbicara banyak kali dengan seorang pendeta Korea yang kakeknya adalah salah satu orang yang bertobat dari kehidupan yang sangat penuh dengan dosa pada masa kebangunan rohani di Pyongyang. Pendeta ini menceritakan kepada saya tentang apa yang kakeknya pernah ceritakan kepadanya tentang kebangunan rohani yang agung itu.
Saya juga pernah melihat suatu peristiwa yang terjadi di gereja Caucasian (kulit putih) dan di gereja Cina. Saya telah melihat peristiwa itu dengan mata kepala sendiri, saya tahu bahwa Allah dapat melakukan hal-hal seperti itu kembali. Namun demikian, kita harus dengan seksama, memahami bahwa kebangunan rohani yang seperti ini belum pernah terjadi di dunia berbahasa Inggris dalam tingkat yang luas sejak tahun 1949, di Pulau Lewis, daerah Skotlandia.
Selama hampir 60 tahun tidak pernah ada lagi kebangunan rohani seperti itu di dunia Barat, kecuali di beberapa gereja lokal (sungguh sangat sedikit!). Dan hal ini terjadi oleh karena “decisionisme,” ide palsu bahwa orang-orang dapat “diselamatkan” seketika dengan membuat suatu “keputusan” atau dengan cara yang lain. Mereka berkata “doa pengakuan dosa” atau “mengangkat tangan” pada suatu kebaktian dan kemudian diumumkan telah “diselamatkan.” Tidak ada ketakutan akan Allah. Tidak ada keinsafan akan dosa. Tidak ada rasa jijik di dalam dirinya berhubungan dengan keadaanya yang telah rusak total. Jadi, “kesaksian-kesaksian” modern jarang dipusatkan pada Penebusan oleh Darah Kristus Yesus. Juga, para pengkhotbah nampaknya takut untuk berbicara tentang Penghakiman Terakhir, murka Allah, dan Lautan Api, di mana itu adalah tempat bagi setiap orang yang tidak bertobat.
“…ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba. Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa…” (Wahyu 14:10-11).
Pertobatan yang benar dari seseorang mengikuti pola yang sama seperti yang terjadi pada banyak orang ketika kebangunan rohani datang. Pertobatan-pertobatan secara pribadi mengikuti bentuk yang sama yang kemudian dialami oleh banyak orang.
Jika Anda berharap dipertobatkan dengan sungguh-sungguh, Anda harus seperti orang-orang Korea pada tahun 1907, melupakan semuanya dan berdiri muka dengan muka dengan Allah, hati Anda ditembus oleh pikiran akan dosa Anda – dalam pemandangan Allah yang suci. Anda harus merasa, seperti yang mereka lakukan, “Tuhan, Tuhan, jangan lemparkan kami untuk selama-lamanya.” Tanpa keinsafan akan dosa dalam hati Anda, Anda tidak akan pernah dipertobatkan.
“Sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi” (Matius 8:12).