MEMOBILISASI ANAK MUDA UNTUK KEGERAKAN ROHANI DI AKHIR ZAMAN BAGI TUHAN YESUS KRISTUS!
Tampilkan postingan dengan label Revive. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Revive. Tampilkan semua postingan
Jumat, 16 Maret 2012
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Mengigil
Seperti saudara ketahui seminggu 3x saya harus menjalani cuci darah, ini sudah berjalan 3 tahun lebih, badan saya sangat lemah hanya karena kemurahan Tuhan saya masih bisa beriri dimimbar dan berkhotbah. selebihnya saya hanya duduk saja di kebaktian.
Pada hari Rabu tgl 4 Mei 2011giliran saya cuci darah, biasanya dilakukan selama 4 jam 30 menit soreh itu setelah cuci darah berjalan 3 jam badan saya menggigil kaya orang meriang tapi sebenarnya bukan meriang. itu tanda bahwa saya terkena infeksi darah,
saya sudah dua kali mengalami hal serupa dan kedua-duanya membuat saya harus di opname di Hospital karena sudah pengalaman dua kali waktu pulang saya kasih tahu istri saya kemungkinan besar saya kena infeksi darah lagi, istri saya tanya apa mau ke rumah sakit? saya jawab enggak dulu saya sangat cemas dak takut lalu saya berdoa dan istirahat. malam itu di rumah ada kebaktianjam 12 malam saya tidak ikut.<!--more-->
Tengah malam menjelang subuh saya bangun dan berdoa, dalam doa itu saya berseru dengan suara keraskepada Tuhan, “kiranya darah Tuhan Yesus yang berkuasa membasuh darahku.’ Hari kamis tengah malam menjelang subuh saya doa saya dan hari jumat hati saya diliputi dengan kecemasan dan ketakutan karena tiba giliran cuci darah lagi saya kuatir akan menggigil lagi.
Waktu istri saya mengantar saya ke klinik di kendaraan saya bilang sama istri saya,”ma berdoa buat papa supaya saya disembuhkan, istri saya menjawab, “minta ampun sama Tuhan” setibanya di klinik sebelum turun dari kendaraan kita berdua berdoa dipimpin oleh istri saya kemudian saya masuk ke klinik.
Saking ketakutannya selama 4 jam 30 menit saya cuci darah tidak putus-putus saya menyembah Tuhan dan berdoa dengan mengeluarkan suara, saya tidak malu diperhatikan oleh para jururawatSaya katakan dalam doa saya, “Tuhan taklukanlah kuasa sakit penyakit oleh kuasamu” ”Tuhan sudah menanggung penyakitku diatas bukit Golguta.”
Tidak teras 4jam 30 menit telah berlau dan Tuhan menjamah saya , saya tidak menggigil
dan saya alami mujizat Tuhan kuasa sakit penyakit ditaklukan oleh Tuhan.
Puji Tuhan, Tuhan Yesus dasyat. Tuhan memberkati kita semua terima kasih buat dukungan doa saudara-saudara sekalian buat saya. (07 Mei 2011)
Pada hari Rabu tgl 4 Mei 2011giliran saya cuci darah, biasanya dilakukan selama 4 jam 30 menit soreh itu setelah cuci darah berjalan 3 jam badan saya menggigil kaya orang meriang tapi sebenarnya bukan meriang. itu tanda bahwa saya terkena infeksi darah,
saya sudah dua kali mengalami hal serupa dan kedua-duanya membuat saya harus di opname di Hospital karena sudah pengalaman dua kali waktu pulang saya kasih tahu istri saya kemungkinan besar saya kena infeksi darah lagi, istri saya tanya apa mau ke rumah sakit? saya jawab enggak dulu saya sangat cemas dak takut lalu saya berdoa dan istirahat. malam itu di rumah ada kebaktianjam 12 malam saya tidak ikut.<!--more-->
Tengah malam menjelang subuh saya bangun dan berdoa, dalam doa itu saya berseru dengan suara keraskepada Tuhan, “kiranya darah Tuhan Yesus yang berkuasa membasuh darahku.’ Hari kamis tengah malam menjelang subuh saya doa saya dan hari jumat hati saya diliputi dengan kecemasan dan ketakutan karena tiba giliran cuci darah lagi saya kuatir akan menggigil lagi.
Waktu istri saya mengantar saya ke klinik di kendaraan saya bilang sama istri saya,”ma berdoa buat papa supaya saya disembuhkan, istri saya menjawab, “minta ampun sama Tuhan” setibanya di klinik sebelum turun dari kendaraan kita berdua berdoa dipimpin oleh istri saya kemudian saya masuk ke klinik.
Saking ketakutannya selama 4 jam 30 menit saya cuci darah tidak putus-putus saya menyembah Tuhan dan berdoa dengan mengeluarkan suara, saya tidak malu diperhatikan oleh para jururawatSaya katakan dalam doa saya, “Tuhan taklukanlah kuasa sakit penyakit oleh kuasamu” ”Tuhan sudah menanggung penyakitku diatas bukit Golguta.”
Tidak teras 4jam 30 menit telah berlau dan Tuhan menjamah saya , saya tidak menggigil
dan saya alami mujizat Tuhan kuasa sakit penyakit ditaklukan oleh Tuhan.
Puji Tuhan, Tuhan Yesus dasyat. Tuhan memberkati kita semua terima kasih buat dukungan doa saudara-saudara sekalian buat saya. (07 Mei 2011)
Senin, 12 Desember 2011
Tips Menjadi Gereja Kesaksian
Setiap kali saya naik taxi, saya berusaha membayar lebih, minimal pembulatan ke atas. Kembalian di bawah 10 ribu saya relakan untuk sopir taxi. Biasanya sopir taxi merespon dengan sukacita dan ucapan terima kasih. Pun kalau saya naik angkutan umum, saya berusaha membayar lebih. Misalnya tarif 2 ribu, saya bayar 3 ribu.
Suatu ketika, karena sesuatu hal, saya pergi kebaktian ke gereja naik angkutan umum. Saya turun persis di depan gereja. Seperti biasa, saya bayar lebih dari tarif normal. Pulang dari gereja, ternyata, saya naik angkot yang sama seperti waktu berangkat. Sopirnya juga masih sama. Ajaibnya, sopir ini menawarkan mengantar kami sampai ke rumah (rumah kami masuk gang, bukan di pinggir jalan). Kami bersedia diantar sampai rumah, karena waktu itu penumpangnya hanya saya, istri dan anak kami. Saya pikir, sopir angkot ini pasti menawarkan mengantar kami sampai rumah karena waktu berangkat tadi kami membayar lebih.
Lalu saya berpikir, seandainya semua umat Tuhan, jemaat gereja, yang pergi ke gereja menggunakan angkot atau taxi atau ojek membiasakan diri untuk membayar lebih, maka SAYA YAKIN, minimal dalam satu tahun saja, gereja tersebut akan “terkenal baik” di kalangan sopir-sopir. Dan pada akhirnya mereka akan tertarik untuk mengenal YESUS.
Untuk para Gembala GPdI di milis ini, saya sarankan mencoba tips ini dengan menggerakkan jemaat untuk “membayar lebih” kepada sopir angkot/taxi/ojek setiap kali pergi ke gereja. Amin.
Play Casting Crowns "Who Am I"
Senin, 10 Oktober 2011
Pengurapan Tuhan bagi gerejaNya
Sebagai
orang percaya, kita tidak perlu takut jika kita senantiasa menjaga
urapan Allah atas hidup kita. Kita bisa mengalahkan setiap raksasa di
garis musuh yang menghadang kita. Hari ini dunia adalah musuh dari
orang-orang yang mengasihi Yesus. Ia tidak tahu apa-apa tentang
pengurapan Tuhan. Seperti Goliat dari Gat di tanah Filistin dengan baju
besi atau baja, demikianlah Dunia membungkus dirinya dengan kekuatan
ini. Helm nya dengan pengetahuan akal pikirannya, tombak nya dengan
pengajaran sesat agama ciptaan manusia, sedangkan pedangnya dengan
berbagai bentuk alasan, dan akhirnya perisainya adalah perisai ketidak
pedulian yaitu kasih yang pura-pura atau dingin.
Tapi ditempat lain ditanah Israel dimana ada orang-orang yang
percaya, hari itu Tuhan mengurapi Daud, diurapi-Nya hambaNya itu dengan
perlengkapan senjata Surgawi yaitu kuasa RohNya. Dan pengurapanNya yang
sama sedang dicurahkan kepada setiap orang percaya dihari-hari ini,
tidak satu, tetapi Jutaan. Haleluya…Pekerjaan kita adalah untuk
memberitakan Injil, ingat, Injil ada Injil yang sama sekali tidak
berguna jika tidak diberitakan. Dia hanyalah sebuah buku biasa yang sama
dengan buku-buku lain yang sebentar akan berdebu dan dibuang. Tetapi
injil yang kita miliki adalah buku yang berkuasa, yang sanggup
meruntuhkan benteng-benteng musuh. Sekali lagi saya katakan injil tanpa
diberitakan, bahwa itu bukanlah injil…! Dan taruhlah didalam hati kita
bahwa kita diurapi untuk itu.Ketika Samuel mengurapi Daud bukanlah untuk tujuan kosmetik, seperti yang dirindukan oleh orang-orang percaya dihari-hari ini. Kita mengejar pengurapan tapi tidak tahu apa tujuan Tuhan mengurapi kita?. atau apakah tujuan Samuel buat Daud agar memberinya pengalaman yang menyenangkan, seperti yang kita dapatkan dan kita berkata: aku dapat bahasa Roh, aku dijamah Roh Kudus….Tidak, Tuhan tidak bertujuan itu buat kita!
Ini adalah untuk tugas pelayanan pemberitaan InjilNya keseluruh Dunia…Kita menerima pengurapan Roh Kudus bukan untuk kesenangan atau untuk menambahkan pesona kita akan lawatanNya. Tapi melalui hal ini Tuhan mau kita bertindak menghancurkan raksasa-raksasa digaris musuh agar injilNya diberitakan.
Selama 1500 tahun, Gereja mendorong Roh Kudus ke samping. sehingga sedikit sekali pemahaman akan pekerjaan Roh Kudus. Mereka hanya berbicara tentang anugerah Roh Kudus tetapi menolak perkerjaanNya. Dan bila kita berbicara pekerjaanNya..kita tidak dapat pisahkan kuasa pengurapanNya..
Tetapi terpujilah Tuhan, pada abad ke-20 ia menunjukkan diriNya kepada orang-orang beriman bapak-bapak atau orang tua rohani kita di mana-mana. Dan hari ini, mari kita menghargai Roh Allah dengan bertekun, berdoa, merendahkan diri. Kita mencari WajahNya agar urapan-Nya dicurahkan buat kita dihari-hari yang sedang berakhir ini. Bukankah kuasa urapanNya yang akan menyingkirkan kita di padang gurun sebelum penguasa dunia ini yaitu antikristus akan berkuasa?
Roh Kudus itulah kekuatan kita, dan Dia, ia telah lama ada, sebelum dunia ini dijadikan, Dialah yang awal dan akhir, Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan.
Oh Haleluya saya percaya,…Roh Kudus tidak diberikan hanya untuk membantu kita fasih berkhotbah. Roh Kudus tidak hanya diberikan agar kita dapat berkata saya sudah lahir baru…tetapi Roh Kudus menaruh api dalam hati manusia yaitu orang percaya..! Api yang membakar hati kita untuk berkobar-kobar memberitakan injilNya, api yang membakar dosa-dosa yang tersembunyi, api yang membakar kasih yang dingin,,Haleluya. Seperti Nabi Jeremia berkata…” Tetapi apabila aku berpikir: “Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya”, maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti API yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.
Dan Rasul Yohanes berkata:. “Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan Api”!.
Dan akhirnya Yesus berkata”Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! !
Ya…bersiaplah gerejaNya…
“Allah sedang mempersiapkan hamba-hambaNya untuk masa Penuaian, seperti yang belum pernah dilihat oleh Dunia ini.”
Amin
In His Name,
O.H
Pdt.Samuel Lassa: Terobosan Di Pintu Gerbang Misi Penginjilan.
Saulus, mantan anggota mashab Farisi yang terkenal sangat keras menentang ajaran Yesus. Ia menulis bahwa “Injil adalah kuasa Allah”, (Roma 1:16 – TL). Keyakinan dalam tulisannya dilatar-belakangi inspirasi Ilahi dan kuasa panggilanNya yang menakjubkan. Ia diproses habis – habisan dalam perjalanan menuju Damsyik untuk menumpas ajaran Yesus atas rekomendasi Imam Besar (Kis.9:1-18). Kuasa itulah yang mengubah seluruh pandangannya. Kuasa-Nya menghasilkan energi “supranatural”. Mengapa Saulus bisa berubah menjadi Paulus? Mengapa hati yang keras bisa menjadi lembut? Mengapa pintu hatinya yang keras dapat diterobosi dan kemudian ia sendiri membuat terobosan di pintu penginjilan dan misi? Bagaimana menggerakkan kuasa Allah hingga dapat bermanifestasi dalam suatu terobosan? Jika kita merenungkan pertobatan Paulus yang penuh dengan kejutan supranatural, dan perjumpaannya dengan Yesus, maka kita harus mengingat seorang pemberita Injil yang bernama Stefanus. Dialah yang melakukan terobosan di pintu hati Paulus. Walau kelihatannya justru Saulus merekomendir penganiayaan dan kematian Stefanus sebagai syahid Kristen. Namun percakapan Yesus dengan Saulus dalam penglihatannya di jalan menuju Damsyik, mengungkap tabir kesaksian. Hati Paulus menjadi luluh lantah diterobos kuasa perkataan Allah. Ia disadarkan bahwa Saulus telah menganiaya Tuhan yang hidup dalam hati Stefanus. Jadi untuk menjawab beberapa pertanyaan di atas, saya mengajak kita menelusuri sikap hati misi seorang Stefanus, (Kis.7:54-60):
1.Penuh Dengan Roh Kudus, (ayat 55).
“Tetapi Stefanus yang penuh dengan Roh Kudus…”
Saya yakin Stefanus begitu terbakar dengan kalimat terakhir Yesus Kristus di bukit Zaitun menjelang detik – detik terangkat-Nya ke Sorga. Yesus berkata: “Tetapi kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atasmu”, Kis.1:8. Secara terminology kata kuasa (dunamis) memiliki arti yang sangat luas dan dapat dijabarkan dari beberapa kata, sebagai berikut: 1).Kata “dinamo” sangat berarti pada system pembangkit tenaga listrik. Dinamo adalah perangkat system ini yang dapat menghasilkan “terang”. 2).“Dinamit” adalah benda yang dapat “menghancurkan gunung”. Benda ini sangat dibutuhkan pada proyek pembuatan jalan hingga jalan dapat menjadi “rata”. 3).Kata “dinamika / dinamis” sering kita jumpai pada ilmu kepemimpinan dan tatanan sosial yang memiliki pengertian “bergerak maju” atau “tidak statis”. 4).Tanda “dinamik” digunakan dalam seni musik untuk improvisasi musik.
Saulus seorang yang sangat taat pada agama dan mashabnya yang sangat keras, tetapi sangat tidak manusiawi (kriminal) karena ia terlibat pada kasus pembunuhan Stefanus. Hatinya gelap gulita. Hatinya keras seperti gunung batu. Ia tidak mampu mencerna dinamika pengajaran Kristus. Improvisasi kehidupan yang ia mainkan adalah nyanyian penganiayaan yang berujung kematian sadis. Tapi dinamo yang dimiliki Stefanus benar – benar berputar menerbitkan terang di hati Saulus dalam perjalanan menuju Damsyik. Dinamit seorang Stefanus meluluh-lantahkan hatinya menjadi rata. Terang itulah yang dinyalakan Paulus, kuasa itulah yang dimpartasikan setelah ia bertobat dan melakukan misi penginjilan mulai dari Antiokia sampai ke Roma. Ia menghasilkan petobat baru dan jemaat yang baru karena dinamika pengajaran Kristus telah ditransformasi dalam dirinya. Ia memainkan tanda dinamik ilahi sewaktu di dalam penjara Filipi. Ia telah mengalami sukacita walaupun penghinaan dan nista dihadapinya. Roh Kudus telah mengambil alih semua peran itu sehingga mengaktifkan dunamis. Terobosan misi pekabaran Injil harus dimulai dengan peranan Roh Kudus.
2.Fokus Pada Visi Yang Allah Singkapkan, (ayat 55).
“…menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.”
Hanya beberapa penggal kalimat saja pada naskah tersebut sehingga agak sulit menjabarkan poin ini. Namun kita dapat meneropong ke belakang mengenai permulaan pelayanan Stefanus. Namanya tertera sebagai urutan pertama yang ditulis Lukas pada pemilihan ke tujuh diaken. Hal yang perlu kita cermati adalah kalimat: “…Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus,…” (Kis.6:5). Kemudian pada masa pelayanannya Ia dikenal sebagai seorang yang penuh dengan karunia dan kuasa serta mengadakan mujizat dan tanda – tanda di antara orang banyak, (Kis.6:8). Dari keterangan tersebut kita dapat memastikan bahwa Ia adalah seorang pemberita Injil yang selalu fokus pada visi yang Allah singkapkan. Visi adalah sebuah impian spiritual yang Allah singkapkan untuk menatap masa depan yang akan kita lalui. Ia lebih kuat dari sebuah prediksi yang dibangun oleh logika. Tentu saja impian spiritual ini dimulai dari seorang yang penuh dengan Roh Kudus. Timbul sebuah pertanyaan: Mengapa Stefanus dan juga Paulus begitu gigih mempertahankan kebenaran Injil yang mereka beritakan? Jawabannya adalah karena mereka selalu fokus pada visi yang Allah taruh dalam spirit mereka. Kita harus fokus pada apa yang Allah singkapkan untuk melakukan suatu terobosan.
3.Presentasikan Visi anda, (ayat 56).
“Lalu katanya: “Sungguh aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia beridiri di sebelah kanan Allah.”
Stefanus diijinkan oleh Tuhan melihat penglihatan seperti yang disaksikan oleh Daud leluhur mereka. Yang paling menarik di sini adalah Lukas, seorang penulis dan peneliti merasa perlu untuk mengutip kembali apa yang telah dikatakan oleh Stefanus. Kutipan ini mengandung pesan bahwa visi sorgawi yang pernah dilihat raja Daud harus dipresentasikan dari generasi ke generasi. Demikian juga dengan Paulus. Terobosan misi penginjilan akan selalu hidup jika visi yang Tuhan taruh pada kita dibagikan kepada orang lain. Dengan demikian visi anda akan bermultiplikasi dari waktu ke waktu dan dari generasi ke generasi.
4.Berdoa Dengan Kata – kata Yang Positif Walau di Tengah Kesulitan dan Tekanan, (ayat 59 – 60).
“Sedang mereka melemparinya, Stefanus berdoa, katanya:” Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!”…
Begitu banyaknya para pelayan Injil yang mengalami kegagalan ketika tiba pada tingkat ini. Sikap doa Stefanus merupakan tindakan iman untuk menguburkan keinginan duniawi yang penuh dengan tuntutan kedagingan. Apabila kita telah melewati fase ini, berarti kita sudah hampir mencapai garis finish dimana kita menerobos masuk pintu gerbang sukses dalam misi penginjilan. Doa yang positif akan mendatangkan kuasa yang dahsyat, (Yak.5:16b). Doa yang positif adalah doa yang di dalamnya terkandung kebenaran. Doa yang di dalamnya terkandung kebenaran pasti pendoanya adalah orang yang sudah dibenarkan. Orang yang sudah dibenarkan pasti memahami prinsip salib Kristus. Salib Kristus adalah puncak pembuktian dari sebuah kebenaran. Pilatus pernah bertanya kepada Yesus: “Apakah kebenaran itu?” (Yoh.18.38a). Kita mendapatkan jawabannya melalui 3 (tiga) penyingkapan rahasia ini dalam Alkitab: 1). Firman Tuhan adalah kebenaran (Yoh.17:17), 2).Yesus adalah kebenaran (Yoh.14:6), 3).Roh Kudus adalah kebenaran (1 Yoh.5:6). Ketiga prinsip kebenaran ini harus selalu melekat pada hati dan mulut seorang pendoa. Doa kita harus selalu berdasar pada Firman, Yesus dan Roh Kudus. Sengsara selalu membawa nikmat pada doa orang benar. Atmosfir ini hanya bisa terjadi kepada pendoa yang yang tidak pernah mengeluh dengan situasi apapun juga. Masuklah pada atmosfir kebenaran Ilahi, maka doa kita akan selalu penuh kuasa dalam sebuah terobosan Injil.
5.Memiliki Hati Seperti Hati Yesus, (ayat 60).
“Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!”…
Stefanus telah mencapai sikap hati seperti yang dimiliki oleh Yesus. Tingkat ini dapat saya katakan “Finishing Well atau Happy Ending” with the Holy Spirit. Terobosan misi penginjilan akan selalu berakhir dengan kegagalan apabila tidak dapat diselesaikan dengan baik. Memasuki atmosfir ini adalah tingkat yang tertinggi dimana kita harus memiliki hati seperti hati Yesus. Tuhan Yesus pernah membagikan hatinya ketika mulai mengajarkan doa kepada murid – murid-Nya, (Mat.6:5-15). Hati Yesus penuh dengan pengampunan dan belas kasihan, walaupun orang yang memusuhinya sekalipun. Ajaran yang agung mulia ini telah dibuktikannya di salib, (Luk.23:34). Sangat mirip dengan apa yang dikatakan Stefanus pada insiden penganiayaannya. Atmosfir hati Yesus dapat kita alami ketika merenungkan tulisan rasul Paulus dalam Fil.2:6-11. Untuk masuk pada ruangan pembelajaran ini, kita harus melalui proses pencucian pikiran dan perasaan manusiawi yang terbatas. Kemudian kita harus melakukan proses isi ulang dengan pikiran dan perasaan Yesus yang tidak terbatas. Kita benar – benar sudah memasuki suatu dimensi baru dimana dimensi ini akan menggantikan karakter manusiawi menjadi karakter Ilahi. Intinya adalah cara ini merupakan proses mengaktifkan kuasa Allah sampai pada penaklukkan segala sesuatu yang ada di langit, di atas bumi dan di bawah bumi, (ayat 10). Akhirnya atas kuasa terobosan inilah setiap lidah harus mengakui bahwa “Yesus Kristus adalah Tuhan” bagi kemuliaan Allah, Bapa!. Dalam proses pembelajaran menuju kodrat Ilahi ini, kita harus melalui beberapa fase, sebagai berikut: 1).Tidak menganggap setara, walaupun punya hak untuk mempertahankannya (ayat 6), 2).Pengosongan diri (ayat 7), 3).masuk pada level kedudukan yang terendah (ayat 7), 3).Siap mengalami hidup sebagai orang yang lemah dan terbatas, (ayat 7). 4).Dalam keadaan tersebut harus konsisten dengan ketaatan sampai langkah terakhir, (ayat 8), 5).Bahkan ketaatan itu sampai pada tempat yang disebut ketidak-adilan atas kita, (ayat 8). Penjelasan pada ayat 9 – 11 merupakan terobosan yang dahsyat untuk mengemban Amanat Agung Yesus Kristus.
Injil sampai ke benua Eropa karena terobosan yang dahsyat. Rasul Paulus telah melakukan banyak terobosan dalam misi penginjilan. Ia telah menerima tongkat estafet “ mandat Allah” dari seorang yang penuh Roh Kudus yang bernama Stefanus. Yesus Kristus telah menyempurnakan semua impian ini di kayu salib. Kita semua adalah generasi penerus yang akan mebawa tongkat estafet dari mandat Allah. Dan tidak hanya sampai pada generasi kita, tongkat itu harus diserahkan untuk dilanjutkan pada generasi berikutnya sampai maranatha. Adalah lebih baik jika kita tidak menunda semua impian ini. Marilah kita bergerak maju pada panggilan yang mulia ini untuk melakukan terobosan Ilahi. Masuklah pada panggilan Allah sesuai dengan kadar panggilan yang Tuhan titipkan pada kita, generasi kita dan generasi selanjutnya. Ladang yang sementara kita tuai sangat sangat luas sedangkan pekerja sedikit. Yesus telah meberikan suatu gambaran bahwa untuk memaksimalkan pekerjaan dari ketidakseimbangan antara pekerja dan ladang tuaian melalui maksimalitas kerja. Kita adalah pekerjanya Tuhan dalam suatu Perusahaan Kayu Salib. Tuhan ingin agar kita harus meinvestasikan tenaga pikiran, material dan dana untuk terobosan ini. Investasikan dan kembangkan talenta anda untuk suatu terobosan bagi ekspansi kerajaan Allah. Salam Terobosan! (*Samuel Lassa).
Rabu, 05 Oktober 2011
PENGHALANG ANAK TUHAN MENGENAL TUJUAN ILAHI
Saudara,
sebelum bumi diciptakan telah terjadi perseteruan antara Tuhan dengan
iblis. Diawali dengan kejatuhan Bintang ALLAH yaitu yang bernama
Lucifer. Ia tidak rela kemuliaannya direbut dan menundukkan diri kepada
penciptanya. Alkitab mencatat bahwa Lucifer(bintang timur/putra fajar),
sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi. Saudara, saya percaya Tuhan punya
tujuan Ilahi atas setiap kita, tetapi Iblis juga tidak rela. Ini
pertempuran yang sudah terjadi ribuan tahun lamanya dan selalu berulang
sampai masa sekarang. Tuhan rindu akan datangnya sebuah masa dimana kita
mempunyai punya kesadaran akan Tuhan, kesadaran bahwa kita hidup di
bumi dengan sebuah tujuan dan kerinduan Tuhan. Tetapi iblis berusaha
untuk menawarkan hal-hal kelihatannya jauh lebih menarik daripada
kerinduan Tuhan, yaitu keindahan dunia, kenikmatan dunia dan cinta dunia
Tapi
hari ini saya akan ajarkan kepada saudara untuk mengerti dan bisa
membedakan, mana yang merupakan kehendak Allah, kehendak diri sendiri,
atau mana yang merupakan kehendak daripada roh jahat. Saudara, di dalam
pelayanan saya pada waktu kuliah, pelayanan saya berkisar pada mendoakan
orang-orang supaya yang tadinya mengalami gangguan roh jahat menjadi
sembuh. Tetapi di dalam pelayanan saya, saya juga pernah mendoakan
seseorang yang saya kira mengalami gangguan roh jahat, saya sudah doakan
dan sudah mengusir roh jahat didalam Nama Yesus, sampai mungkin mulut
saya berbusa-busa. Tetapi orang itu tetap mengalami seperti gangguan roh
jahat.
Saudara,
didalam pelayanan saya, saya menemukan 3 hal mengapa seseorang manusia
itu bisa lepas kontrol daripada tujuan Ilahi untuk membentuk manusia
menjadi pribadi yang indah, pribadi yang sempurna dan menyenangkan Tuhan
sehingga menyebabkan manusia memiliki ketidakmampuan untuk mendengar
suara Tuhan atau ketidakmampuan untuk mengenal tujuan Tuhan, yaitu :
1. Gangguan roh jahat
“Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun
mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia
tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah
kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong,
bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh
lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ.
Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya
semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini."
(Matius 12:43-45)
Saudara, manusia terdiri dari susunan
kromosom dan sususan gen. Ternyata didalam sebuah penelitian kuasa
kegelapan bisa mengubah susunan kromosom walaupun tidak mengurangi
jumlahnya. Saya pernah menemui didalam pelayanan saya, orang-orang yang
dirasuk roh jahat bisa memberi dampak kepada orang lain untuk
menggunakan benda-benda yang sama, baju yang sama, kesukaan yang sama.
Roh jahat selalu mengambil wadah atau pijakan untuk bisa memanifestasi.
Roh jahat adalah roh pengikat, seringkali dalam pelayanan saya, roh
jahat punya kuasa pengikat tingkat tinggi.
2. Gangguan kejiwaan.
Saudara untuk melayani orang-orang yang
mengalami gangguan kejiwaan tidak bisa hanya didoakan saja. Ini perlu
kesabaran dengan pembimbingan khusus supaya orang tersebut sembuh dari
sakit jiwanya. Tidak sama seperti mengusir roh jahat, perlu orang-orang
yang setia membimbing mereka supaya sembuh dari sakit jiwanya.
3. Gangguan roh jahat dan juga gangguan kejiwaan.
Saudara, hal ini terjadi jika seseorang
diganggu roh jahat dan juga ternyata dia mengalami gangguan kejiwaan.
Selain roh jahatnya di usir dalam Nama Yesus, juga harus dilakukan
pembimbingan secara terus-menerus supaya jiwanya yang sakit bisa
disembuhkan.
Lalu
bagaimana cara kita membedakan ketiga hal diatas? Saudara, tolak
ukurnya bila gangguan roh jahat, kita usir dalam Nama Yesus pasti roh
jahatnya lari. Karena iblis takut dengan Nama Yesus dari Nazaret.
Orang--orang yang dirasuk roh jahat berbeda dari kebanyakan orang pada
umumnya. Mereka memiliki kesukaaan dan kebiasaan yang unik. Misal roh
percabulan, akan selalu jatuh bangun dan sifatnya sangat ekstrim, tidak
bisa jika tidak melakukan dan cenderung bertambah tingkat terikatnya.
Dan ciri-ciri berikutnya adalah ketidakmampuan seseorang untuk
melepaskan sesuatu untuk pergi. Contoh jika ada seorang yang cinta
Tuhan, tapi masih jatuh bangun dalam dosa, biasanya ia dirasuk roh
jahat. Ciri khas gangguan roh jahat mempunyai banyak wajah ,
berubah-ubah karena sifat roh jahat memiliki seribu wajah (tipudaya roh
jahat). Tapi berbeda bila seseorang mengalami gangguan kejiwaan, harus
dengan pelayanan demi pelayanan, dengan kasih dan kesabaran. Didoakan
berulang-ulang dan dikonseling berulang-ulang. Gangguan kejiwaan
sifatnya sangat komplek, bisa karena dari masa lalu terluka, misal cowok
yang sangat lembut biasanya Ibunya lebih dominan dari Ayahnya. Saudara,
roh jahat tidak mungkin berkuasa atas diri kita jika ada Yesus didalam
hati kita. Mengapa banyak orang Kristen walau sudah ke gereja, ikut kkr,
pelayanan tapi masih dirasuk iblis? Kemungkinan besar karena ia belum
menerima Yesus secara pribadi dan mempersilahkan Tuhan Yesus sebagai
penguasa tunggal dihidupnya.
Saudara,
kita harus berhati-hati dan selalu berjaga-jaga dengan berdoa dan baca
Firman, memiliki komunitas yang benar, dan yang paling penting kita
menerima Tuhan Yesus secara pribadi supaya kita tidak mudah diganggu roh
jahat. Percayalah Tuhan punya rencana indah buat setiap kita. Mari
saudara jangan biarkan dunia ini membutakan mata kita, karena Tuhan
sudah menyediakan kemuliaan yang jauh lebih indah dari keindahan dunia
yang sifatnya hanya sesaat dan fana. Mari saudara kita sungguh-sungguh
belajar mengenal Tujuan Tuhan dalam hidup kita. AMIN !!!
Selasa, 04 Oktober 2011
PERTOBATAN, KEBANGUNAN ROHANI, DAN PENGHUKUMAN KEKAL (CONVERSION, REVIVAL, AND ETERNAL RETRIBUTION)
Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan oleh Dr. Eddy Purwanto
Diterjemahkan oleh Dr. Eddy Purwanto
“Sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan
dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan
terdapat ratap dan kertak gigi” (Matius 8:12).
Tema tentang Neraka jarang sekali dikhotbahkan
dari mimbar-mimbar kita hari ini. Bahkan dimana itu dipercaya, bahwa itu
jarang menjadi subyek dari keseluruhan khotbah. Minggu malam yang lalu
saya menyampaikan sebuah khotbah yang berjudul “Khotbah pada Zaman
Penyesatan!” Di sana hanya ada dua penekanan singkat tentang Neraka
dalam khotbah itu. Namun seorang pengunjung gereja kita berkata kepada
saya setelah kebaktian bahwa itu adalah “Khotbah tentang api dan
penghukuman Neraka.” Saya kira yang ia maksudkan adalah bahwa itu
adalah khotbah yang serius, karena di sana hanya ada sedikit
penekanan tentang Neraka. Saya takut bahwa di zaman kita ini banyak
khotbah yang menyatakan bahwa Anda terhilang tanpa Kristus akan disebut
sebagai khotbah tentang “Api dan penghukuman Neraka.”
Jadi jarang sekali tema tentang Neraka dikhotbah
di mimbar-mimbar pada zaman kita ini yang memberikan peringatan tentang
penghukuman kekal dalam khotbah yang segera disebut dengan “khotbah
tentang api dan belerang Neraka.” Ini membuat mudah bagi orang berdosa
yang belum bertobat untuk mengurangi atau men-discount pentingnya subyek yang sangat mengerikan itu. Namun Neraka tidak harus di-discount,
diremehkan atau diabaikan. Ini harus secara terus menerus menjadi tema
penginjilan yang sejati. Jika kita mengikuti contoh dari para
pengkhotbah evangelical di masa lalu, dan jika kita mentaati Kitab Suci
itu sendiri, tema tentang Neraka harus disampaikan dengan urgensi dan
kuat dalam khotbah kita. Iain H. Murray menekankan itu dalam pengantar
bukunya yang berjudul The Old Evangelicalism: Old Truths for a New Awakening
(The Banner of Truth Trust, 2005) bahwa William Booth, pendiri dari
Bala Keselamatan, ketika ditanya oleh pewawancara pada tahun 1901
tentang apa bahaya utama yang akan terjadi pada abad 20 ini. Ia menjawab
bahwa salah satunya itu adalah khotbah tentang “Sorga tanpa Neraka”
(Murray, ibid., hal. xi).
Nampak bagi saya bahwa “prediksi” dari Booth
benar-benar telah tergenapi. Banyak hamba Tuhan yang melayani berbagai
pelayanan penguburan bagi orang-orang yang tidak pernah pergi ke gereja,
atas permintaan keluarga yang ingin agar orang-orang yang terkasih yang
telah meninggal itu, walaupun ia dalam hidupnya jarang masuk gereja,
diberikan pelayanan penguburan sepenuhnya secara Kristen, dengan pendeta
membuat pernyataan tentang “kebaikan-kebaikan” dari hidup mereka, dan
mengatakan bahwa orang yang mati tanpa Kristus ini tanpa diragukan lagi
sedang berjalan menuju Sorga, dari pada menjelaskan kebenaran: bahwa
tidak perlu diragukan lagi bahwa mereka ada “dalam kegelapan yang paling
gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi” (Matius 8:12).
Namun jika pengkhotbah itu menguraikan kata-kata Kristus ini secara
rinci, ia akan segera mendapati bahwa tak seorangpun mau mendengarkan
dia. Di sana Anda memiliki satu contoh tentang bagaimana “prediksi” dari
Booth ini telah digenapi di mimbar-mimbar modern. “Sorga tanpa Neraka”
hampir menjadi tema khotbah modern secara universal.
Bagaimana dengan persekutuan-persekutuan dan
kebaktian-kebaktian kaum muda, dan kebaktian penginjilan? Lagi,
“prediksi” Booth benar. “Sorga tanpa Neraka” hampir selalu menjadi tema
dari pertemuan-pertemuan atau kebaktian kaum muda hari ini.
Dan dalam khotbah-khotbah di gereja-gereja hari
ini tema tentang Neraka biasanya juga dihindari. “Sorga tanpa Neraka”
hampir selalu menjadi tema sentral khotbah penginjilan “modern.”
Kembali ke tahun 1911 Dr. R. A. Torrey berkata bahwa tidak ada doktrin Alkitab
“…yang secara luas lebih banyak dipertanyakan
pada zaman ini dari pada yang berhubungan dengan tujuan akhir di masa
depan dari orang-orang yang menolak Yesus Kristus dalam hidup yang
dihidupinya sekarang ini. Bahkan dalam [gereja-gereja konservatif] ada
pengingkaran yang terus meluas, atau paling tidak peraguan, tentang
penderitaan yang terus menerus, tiada akhir, bagi orang yang belum
bertobat. Di mana kalau toh tidak ada pengingkaran atau peraguan
berhubungan dengan doktrin ini, paling tidak ada kesunyian berhubungan
dengan doktrin ini” (R. A. Torrey, D.D., The Higher Criticism and the New Theology, Gospel Publishing House, 1911, hal. 258).
Saya berpikir ada sejumlah alasan untuk fakta
bahwa ada begitu sedikit khotbah tentang Neraka, bahkan di gereja-gereja
konservatif. Salah satu alasannya adalah bahwa para pengkhotbah telah
melupakan bahwa khotbah penginjilan harus mulai dengan Hukum Taurat.
Doktrin tentang Neraka adalah Hukum Taurat. Dan banyak pengkhotbah tidak
menyadari bahwa khotbah tentang Hukum Taurat harus disampaikan terlebih
dahulu agar orang berdosa itu menyadari kebutuhannya akan Kristus.
Dalam bukunya yang sangat mengagumkan, The Old Evangelicalism: Old Truths for a New Awakening
(The Banner of Truth Trust, 2005) Iain H. Murray menuliskan salah satu
pasal dengan judul “Preaching and Awakening: Facing the Main Problem in
Evangelism” [“Khotbah dan Kebangunan Rohani: Masalah Utama dalam
Penginjilan”]. Dalam bab itu, Murray mengutip Mary Winslow, yang
berkata,
Bagaimana ini terjadi bahwa pemberitaan injil
telah menjadi begitu sedikit berefek dalam karya pertobatan? Saya tidak
dapat tidak untuk membuat kesimpulan ini yaitu bahwa tidak akan pernah
ada lagi kebangunan rohani di negeri ini [USA] sampai hukum Taurat
dikhotbahkan kembali dengan sekuat tenaga untuk menyadarkan orang
berdosa yang belum bertobat, menginsafkannya akan dosa, menunjukkan
kepalsuan dari tempat perlindungannya, membentangkan kepadanya
keadaannya [yang secara alami] telah rusak, dan menyingkapkan
konsekwensi yang luar biasa dari hidup dan mati dalam keadaan yang tidak
dibaharui (Murray, ibid., hal. 2).
Dalam bab itu Murray menekankan bahwa pada zaman
kebangunan rohani sejati orang-orang dibuat sadar akan dosa mereka,
murka Allah dan realitas akan Neraka. Murray berkata,
Sebelum Kebangunan Rohani abad delapan belas,
sebagaimana Samuel Blair, seorang pendeta dari periode itu menulis:
‘Telah dipikirkan bahwa jika ada kebutuhan hati yang tertekan melihat
bahaya jiwa, dan takut akan murka Allah, itulah satu-satunya yang
dibutuhkan bagi orang-orang berdosa.’ Blair meneruskan perkataannya,
berhubungan dengan kesadaran akan dosa yang datang menjadi seperti
depresi mental dan seperti sesuatu yang ingin dihindari. ‘Banyak orang
pada umumnya… tidak mempedulikan hati dan kebodohan untuk tidak
memperhatikan hal yang besar berhubungan dengan kekekalan.’ Di New
England, Jonathan Edwards berbicara dengan cara yang sama tentang
orang-orang yang memandang neraka sebagai ‘sesuatu yang tiada lain
selain sekedar sebuah fiksi untuk menakut-nakuti jemaat.’
Kondisi umum ini kemudian diubah dengan Kebangunan Rohani Injili. Ketika Isaac Watts dan John Guyse menulis Kata Pengantar untuk edisi pertama dari buku Jonathan Edwards yang berjudul Narrative of Surprising Conversions pada tahun 1737, mereka memperhatikan suatu transformasi… dan mengamati, “Di manapun Allah bekerja dengan kuasa untuk keselamatan atas setiap pikiran manusia, akan ada penemuan tentang perasaan sadar akan dosa, tentang bahaya murka Allah.’
Dalam setiap kebangunan rohani semuanya sama seperti itu (Murray, ibid., hal. 3-4).
Kondisi umum ini kemudian diubah dengan Kebangunan Rohani Injili. Ketika Isaac Watts dan John Guyse menulis Kata Pengantar untuk edisi pertama dari buku Jonathan Edwards yang berjudul Narrative of Surprising Conversions pada tahun 1737, mereka memperhatikan suatu transformasi… dan mengamati, “Di manapun Allah bekerja dengan kuasa untuk keselamatan atas setiap pikiran manusia, akan ada penemuan tentang perasaan sadar akan dosa, tentang bahaya murka Allah.’
Dalam setiap kebangunan rohani semuanya sama seperti itu (Murray, ibid., hal. 3-4).
Kebangunan-Kebangunan Rohani seperti itu sekarang
sudah jarang. Namun saya adalah saksi mata untuk satu yang terjadi pada
tahun 1960-an yang lalu. Seorang gembala dengan kuat dan terus menerus
berkhotbah tentang dosa dan Neraka. Saya sendiri, sebagai seorang hamba
Tuhan yang masih muda, sering diminta untuk berkhotbah kepada anak-anak
muda, dan khotbah-khotbah saya sendiri berfokus kepada penghakiman dan
murka. Pada suatu acara sekolah Alkitab liburan dan acara camp gereja,
dan pada berbagai kesempatan lainnya, kata-kata dari Mazmur 139:23-24
ditetapkan sebagai musik. Ayat-ayat ini dinyanyikan berulang-kali,
sebagai tema lagu dari masa kebangunan rohani pada waktu itu.
“Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku,
ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku
serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” (Mazmur 139:23-24).
Kebangunan rohani itu berlangsung selama beberapa
bulan. Ratusan anak muda membanjiri gereja, dan banyak yang
dipertobatkan. Seluruh suasana hati dari kebangunan itu berlangsung
dengan sangat serius. Ada keinsafan akan dosa yang sangat
mendalam, banyak yang menangis, dan doa-doa syafaat terutama ditujukan
untuk orang-orang terhilang. Saya tidak akan pernah melupakan kesempatan
yang spesial itu selama hidup saya. Seperti yang telah saya katakan,
masa kebangunan rohani itu berlangsung atau bertahan selama
berbulan-bulan.
Anda tidak dapat “menciptakan” peristiwa seperti
itu. Itu tidak dapat dihasilkan oleh apapun yang dilakukan oleh manusia.
Namun saya tahu dengan pengamatan pribadi saya, dan dengan
bertahun-tahun membaca tentang subyek itu, bahwa kebangunan rohani
seperti itu selalu datang bersama dengan khotbah yang sangat serius
tentang hukum Taurat – khotbah tentang dosa, Penghakiman Terakhir bagi
orang-orang yang mati tanpa keselamatan, murka Allah, dan penghukuman
kekal di Neraka – dan datang bersama dengan doa-doa yang serius bagi
pertobatan orang-orang terhilang. Seperti yang dikatakan oleh Iain H.
Murray, “Dalam setiap kebangunan rohani semuanya sama seperti itu”
(ibid., hal. 4). Saya telah menjadi saksi mata untuk pemandangan
seperti ini, yang Murray kutip berhubungan dengan kebangunan rohani yang
mulai di Pyongyang, Korea pada tahun 1907,
Setiap orang melupakan semua. Setiap orang
bertemu muka dengan muka dengan Allah. Saya dapat mendengar suara yang
sangat menakutkan dari ratusan orang yang memohon kepada Allah untuk
memperoleh hidup dan rahmat. Jeritan tangis menggema di seluruh kota
itu sampai para penyembah berhala yang ada berada dalam kegemparan….
Memandang sorga, memandang Yesus yang telah mereka khianati, mereka
memukuli diri mereka sendiri dan menangis dengan ratapan penuh
kesedihan: ‘Tuhan, Tuhan, jangan lemparkan kami untuk selama-lamanya!’
Segala sesuatu yang lain telah mereka lupakan, tidak ada lagi yang
berarti bagi mereka (Murray, ibid., hal. 4-5).
Saya telah berbicara banyak kali dengan seorang
pendeta Korea yang kakeknya adalah salah satu orang yang bertobat dari
kehidupan yang sangat penuh dengan dosa pada masa kebangunan rohani di
Pyongyang. Pendeta ini menceritakan kepada saya tentang apa yang
kakeknya pernah ceritakan kepadanya tentang kebangunan rohani yang agung
itu.
Saya juga pernah melihat suatu peristiwa yang
terjadi di gereja Caucasian (kulit putih) dan di gereja Cina. Saya telah
melihat peristiwa itu dengan mata kepala sendiri, saya tahu bahwa Allah
dapat melakukan hal-hal seperti itu kembali. Namun demikian, kita harus
dengan seksama, memahami bahwa kebangunan rohani yang seperti ini belum
pernah terjadi di dunia berbahasa Inggris dalam tingkat yang luas sejak
tahun 1949, di Pulau Lewis, daerah Skotlandia.
Selama hampir 60 tahun tidak pernah ada lagi
kebangunan rohani seperti itu di dunia Barat, kecuali di beberapa gereja
lokal (sungguh sangat sedikit!). Dan hal ini terjadi oleh karena
“decisionisme,” ide palsu bahwa orang-orang dapat “diselamatkan”
seketika dengan membuat suatu “keputusan” atau dengan cara yang lain.
Mereka berkata “doa pengakuan dosa” atau “mengangkat tangan” pada suatu
kebaktian dan kemudian diumumkan telah “diselamatkan.” Tidak ada
ketakutan akan Allah. Tidak ada keinsafan akan dosa. Tidak ada rasa
jijik di dalam dirinya berhubungan dengan keadaanya yang telah rusak
total. Jadi, “kesaksian-kesaksian” modern jarang dipusatkan pada
Penebusan oleh Darah Kristus Yesus. Juga, para pengkhotbah nampaknya
takut untuk berbicara tentang Penghakiman Terakhir, murka Allah, dan
Lautan Api, di mana itu adalah tempat bagi setiap orang yang tidak
bertobat.
“…ia akan disiksa dengan api dan belerang di
depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba. Maka
asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya,
dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa…” (Wahyu 14:10-11).
Pertobatan yang benar dari seseorang mengikuti
pola yang sama seperti yang terjadi pada banyak orang ketika kebangunan
rohani datang. Pertobatan-pertobatan secara pribadi mengikuti bentuk
yang sama yang kemudian dialami oleh banyak orang.
Jika Anda berharap dipertobatkan dengan
sungguh-sungguh, Anda harus seperti orang-orang Korea pada tahun 1907,
melupakan semuanya dan berdiri muka dengan muka dengan Allah, hati Anda
ditembus oleh pikiran akan dosa Anda – dalam pemandangan Allah yang
suci. Anda harus merasa, seperti yang mereka lakukan, “Tuhan, Tuhan,
jangan lemparkan kami untuk selama-lamanya.” Tanpa keinsafan akan dosa
dalam hati Anda, Anda tidak akan pernah dipertobatkan.
“Sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan
dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan
terdapat ratap dan kertak gigi” (Matius 8:12).
ALERT:MENANTANG KENYAMANAN ROHANI PANGGILAN PELAYANAN ANAK MUDA!!!
ALERT:MENANTANG KENYAMANAN ROHANI PANGGILAN PELAYANAN ANAK MUDA!!!
Terlalu menyedihkan kondisi sebagian besar anak-anak muda dibangsa ini sekarang, setan dengan begitu biadab menghancurkan tidak hanya moral tapi masa depan mereka. Berbagai kasus “broken home” dan pola pergaulan yang destruktif menjadi pemicu utama sehingga ana-anak muda terjerumus dalam praktek sex bebas, kumpul kebo, prostitusi, pornografi, pelecehan seksual, narkoba dan gaya hidup yang identik dengan pemberontakan. Makin maraknya kasus kehamilan di luar nikah, perceraian keluarga, kelahiran anak tanpa orang tua yang utuh semakin menambah potret suram kehancuran generasi ini. Keprihatinan kita saat mendengar kasus-kasus memilukan seperti di atas tidak akan pernah memberi jawaban jika kita hanya berpangku tangan dan sebatas mengeluh tetapi tidak berbuat sesuatu demi penyelamatan generasi yang terhilang di zaman ini.
Orang-orang muda yang sebenarnya di nubuatkan Tuhan untuk menjadi pembawa obor kegerakan rohani hanyalah menjadi badut-badut tolol yang dipermainkan setan sehingga menjadi lelucon tontonan neraka. Bahkan komunitas yang menamakan diri “PELAYANAN ANAK MUDA KRISTEN”tidak jauh berbeda keadaannya dengan ikan hias-ikan hias dalam aquarium. Pelayanan anak muda tak jauh berbeda seperti hiasan dan pajangan dalam gereja tapi tidak mampu membawa pengaruh perubahan radikal ke dunia luar. Kita terjebak dalam bentuk-bentuk rohani sebuah pelayanan tapi kita kehilangan kualitas dan esensi dari hakikat panggilan pelayanan anak muda. Kita menjadi begitu bangga dengan segala gelar dan jabatan pelayanan padahal kita telah kehilangan fungsi dan peran utama dari panggilan pelayanan anak muda. Banyak anak muda kristen begitu bangga dan puas saat melayani di atas mimbar sebagai Worship leader, singer, pengkotbah dan pemain music bahkan pendoa syafaat tapi sebenarnya mereka adalah orang muda yang begitu egois dengan zona nyaman mereka yang diselimuti dengan penampilan rohani yang agamawi dan kaku. Gereja bagi mereka tidak bedanya seperti gudang yang hanya digunakan untuk mengumpulkan dan menyimpan orang-orang yang berjubah rohani tanpa mau melihat keluar jendela gereja terhadap orang-orang yang terlunta-lunta dalam lumpur kemaksiatan. Bahkan mungkin saat kita ditantang keluar menjangkau orang yang berlumuran lumpur dosa berbau busuk tangan kita merasa jijik untuk merangkul mereka datang kepada Tuhan. Jeritan kegelisahan hati dalam goresan artikel ini sebenarnya ingin menjadi cambuk pedas terhadap hati nurani kita yang mulai menjadi buta dan membatu karena keegoisan diri sendiri yang kurang peka dengan generasi yang terluka di luar gedung gereja. Seakan-akan rintihan dan tangis pilu para generasi yang terluka tersebut membahana dibalik kesunyian dan kehampaan batin mereka yang tertutupi oleh kebengisan dan pemberontakan yang mereka tampilkan.
Hai……,engkau yang menamakan diri kumpulan orang muda yang meresponi panggilan Tuhan tapi melayani hanya demi kebutuhan jabatan, popularitas, dan rutinitas…!!!Matamu buta dan nuranimu telah menjadi batu karena keegoisanmu yang berjubah rohani! Saatnya engkau keluar dari zona nyamanmu saat ini juga dan menjangkau generasi yang terluka di zaman ini!
Tanggalkan jubah dan kasut kemegahan dirimu dan menggantinya dengan kerelaan dan ketulusan seorang pemburu Tuhan sejati. Seorang pemburu Tuhan akan berlari bukan mengejar berkat tapi justeru lebih betah memikul salib Kristus. Salib Kristus yang adalah symbol kehinaan bagi dunia justru menjadi simbol kemuliaan yang tidak akan pernah dilepas dari bahu kita. Para pemburu Tuhan akan bangga dalam kehinaan karena kemuliaan salib Kristus. Betapa Tuhan sangat merindukan kebangkitan generasi dengan hati yang mengasihi-Nya melebihi apapun.
Para pemburu Tuhan sejati memiliki keterpanggilan hati nurani untuk melakukan kehendak Tuhan karena hati mereka yang remuk mengasihi Tuhan dan rindu menyenangkan hati Tuhan. Sekalipun ditinggalkan sendiri bahkan dicemooh dan dihina oleh dunia, para pemburu Tuhan sejati justru tetap bertahan dalam kesetiaan mendaki gunung Tuhan memburu hati Tuhan. Bukan menjadi pelayan Tuhan yang munafik yang tidak lebih dari budak-budak uang dan popularitas yang memalukan dengan mentalitas murahan. Dengan jubah-jubah mewah tapi bermental pengemis yang hanya mengais-ngais kenikmatan dunia dalam ladang-ladang rohani. Pada akhirnya hanya membuat kita begitu berapi-api sebagai pengkhotbah di belakang mimbar berkilauan tetapi kita menjadi seorang pengecut dan pecundang memalukan saat diperhadapkan dengan keadaan genting dan membahayakan di medan pertempuran-pertempuran rohani!
Genderang peperangan telah ditabuh melawan kenistaan dan kemaksiatan yang disebar oleh setan atas generasi di zaman ini!!!Bangkitlah…,bangkitlah…,hai para pejuang-pejuang muda yang diurapi Tuhan!!!
Yoel 2:28-29:
“Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orang tuamu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu”.
Yesaya 60:22:
“Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; AKu Tuhan, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya”
Jangan lagi biarkan setan memperdayai kita dengan dusta dan muslihatnya!!! Jangan biarkan lagi kita dipecundangi oleh iblis dengan kebohongannnya yang penuh tipu daya!!! jangan biarkan lagi dosa menjijikan mengikat kaki dan tangan kita sehingga kita tidak bisa menggenggam perisai dan pedang ilahi untuk bertempur!!!
Bumi bergoncang, neraka gemetar ketakutan dan sorga bersorak!!!
Di lembah-lembah yang dahulunya adalah ladang bangkai berbau kematian dan tulang-tulang kering berserakan telah diubahkan oleh otoritas profetik penggenapan nubutan Tuhan. Para Yehezkiel-Yehezkiel muda dibangkitkan Tuhan dalam urapan surgawi tanpa batas untuk membawa kebangkitan besar yang radikal bagi bala tentara Tuhan dilembah-lembah Israel. Lembah yang dulu disebut “lembah kematian” telah berubah menjadi “lembah kebangkitan bala tentara Tuhan” yang akan menaklukan setiap kota dan bangsa-bangsa!!!HALELUYA….!!!
Kesederhanaan dan keluguan daud sebagai anak muda penggembala domba membuatnya begitu di remehkan di barisan tentara Israel. Namun saat Jemari Ilahi menyentuhnya dengan pengurapan membuatnya begitu perkasa dibalik kemudaannya yang lugu. Goliath yang tak terkalahkan bahkan mengerikan membuat barisan tentara Israel gemetar ketakutan dan dipermalukan. Amarah ilahi yang kudus pun membara dalam hati Daud karena bangsa pilihan Tuhan di pecundangi oleh bangsa tak bersunat. Lengan dan tangan Daud pun memungut batu kali dengan umbannya menantang goliath yang lengkap dengan peralatan perangnya. Cercaan dan hinaan tentara filistin tak membuatnya gentar dan malu karena keberaniannya membela umat pilihan Tuhan. Berbekal hati yang melekat dengan Tuhan serta keberanian ilahi, Daud berhasil membantai goliath dengan umbannya.
Hai…..,engkau orang-orang yang diremehkan dan tidak diperhitungkan!!!atasmu Tuhan memberi otoritas-Nya! Bangkit….,Bangkit…,bangkit…,Terobos medan perang yang menakutkan dengan kekuatan ilahi yang ada padamu!!!
Sudah saatnya engkau memggenggam kembali perisai dan pedang ilahi jika sebelumnya engkau sempat melepasnya. Identitas kita yang menamakan diri “anak muda” bukanlah hanya sekedar pajangan dalam gereja, bukanlah sekedar badut-badut tolol yang tak lebih dari seorang pecundang. Kita adalah “tentara-tentara Tuhan” yang akan mengalahkan musuh dan dengan pengurapan Roh Kudus kita akan menaklukan medan peperangan rohani dimana pun kita berada.
Mari kita bersama bergandeng tangan dan sepakat melepas zona nyaman kita dan berlari ke garis depan penuh bahaya dengan perisai berkilau dan pedang terhunus untuk mengalahkan musuh. Tanggalkan jubah kenyamanan diri kita dan menjadi “generasi elia di akhir zaman” yang akan membawa api rekonsiliasi menyembuhkan luka kepahitan generasi ini. Berani berdiri meskipun hanya seorang diri menantang kesesatan dan kekerasan hati bangsa Israel.
Jangan takut dengan intimidasi 450 nabi baal dan ratu izebel dengan ancamannya!!!
Berlarilah….,Berlarilah….,mengejar panggilan surgawi, menyelamatkan yang terhilang!!! Bergeraklah….,Bergeraklah….,menebar benih kegerakan rohani kemana pun kau pergi!!!
Berlarilah…,berlarilah…,mengejar hadirat-Nya sebagai pemburu Tuhan sejati sampai nafas terakhirmu berhembus. Biarkanlah melalui hidupmu menjadi rahim yang subur demi kebangkitan sebuah generasi yang begitu mencintai Tuhan secara radikal dan merekalah yang akan menjadi senjata-senjata Tuhan yang peling mengerikan dan ditakuti musuh sepanjang zaman!!!
BANGKITLAH GENERASI ELIA DI AKHIR ZAMAN!!!
HALELUYA!!!!
PRESENTED ONLY BY HIS AMAZING GRACE FOR THIS LOST GENERATION:
Ev.Jerry Bambuta
Leader Of Maximized Youth Programme Manado
(Pendiri Grup GENERASI ELIA AKHIR ZAMAN)
Langganan:
Postingan (Atom)
