Senin, 10 Oktober 2011

Pdt.Samuel Lassa: Terobosan Di Pintu Gerbang Misi Penginjilan.

Saulus, mantan anggota mashab Farisi yang terkenal sangat keras menentang ajaran Yesus. Ia menulis bahwa “Injil adalah kuasa Allah”, (Roma 1:16 – TL). Keyakinan dalam tulisannya dilatar-belakangi inspirasi Ilahi dan kuasa panggilanNya yang menakjubkan. Ia diproses habis – habisan dalam perjalanan menuju Damsyik untuk menumpas ajaran Yesus atas rekomendasi Imam Besar (Kis.9:1-18). Kuasa itulah yang mengubah seluruh pandangannya. Kuasa-Nya menghasilkan energi “supranatural”. Mengapa Saulus bisa berubah menjadi Paulus? Mengapa hati yang keras bisa menjadi lembut? Mengapa pintu hatinya yang keras dapat diterobosi dan kemudian ia sendiri membuat terobosan di pintu penginjilan dan misi? Bagaimana menggerakkan kuasa Allah hingga dapat bermanifestasi dalam suatu terobosan? Jika kita merenungkan pertobatan Paulus yang penuh dengan kejutan supranatural, dan perjumpaannya dengan Yesus, maka kita harus mengingat seorang pemberita Injil yang bernama Stefanus. Dialah yang melakukan terobosan di pintu hati Paulus. Walau kelihatannya justru Saulus merekomendir penganiayaan dan kematian Stefanus sebagai syahid Kristen. Namun percakapan Yesus dengan Saulus dalam penglihatannya di jalan menuju Damsyik, mengungkap tabir kesaksian. Hati Paulus menjadi luluh lantah diterobos kuasa perkataan Allah. Ia disadarkan bahwa Saulus telah menganiaya Tuhan yang hidup dalam hati Stefanus. Jadi untuk menjawab beberapa pertanyaan di atas, saya mengajak kita menelusuri sikap hati misi seorang Stefanus, (Kis.7:54-60):
1.Penuh Dengan Roh Kudus, (ayat 55).
“Tetapi Stefanus yang penuh dengan Roh Kudus…”
Saya yakin Stefanus begitu terbakar dengan kalimat terakhir Yesus Kristus di bukit Zaitun menjelang detik – detik terangkat-Nya ke Sorga. Yesus berkata: “Tetapi kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atasmu”, Kis.1:8. Secara terminology kata kuasa (dunamis) memiliki arti yang sangat luas dan dapat dijabarkan dari beberapa kata, sebagai berikut: 1).Kata “dinamo” sangat berarti pada system pembangkit tenaga listrik. Dinamo adalah perangkat system ini yang dapat menghasilkan “terang”. 2).“Dinamit” adalah benda yang dapat “menghancurkan gunung”. Benda ini sangat dibutuhkan pada proyek pembuatan jalan hingga jalan dapat menjadi “rata”. 3).Kata “dinamika / dinamis” sering kita jumpai pada ilmu kepemimpinan dan tatanan sosial yang memiliki pengertian “bergerak maju” atau “tidak statis”. 4).Tanda “dinamik” digunakan dalam seni musik untuk improvisasi musik.
Saulus seorang yang sangat taat pada agama dan mashabnya yang sangat keras, tetapi sangat tidak manusiawi (kriminal) karena ia terlibat pada kasus pembunuhan Stefanus. Hatinya gelap gulita. Hatinya keras seperti gunung batu. Ia tidak mampu mencerna dinamika pengajaran Kristus. Improvisasi kehidupan yang ia mainkan adalah nyanyian penganiayaan yang berujung kematian sadis. Tapi dinamo yang dimiliki Stefanus benar – benar berputar menerbitkan terang di hati Saulus dalam perjalanan menuju Damsyik. Dinamit seorang Stefanus meluluh-lantahkan hatinya menjadi rata. Terang itulah yang dinyalakan Paulus, kuasa itulah yang dimpartasikan setelah ia bertobat dan melakukan misi penginjilan mulai dari Antiokia sampai ke Roma. Ia menghasilkan petobat baru dan jemaat yang baru karena dinamika pengajaran Kristus telah ditransformasi dalam dirinya. Ia memainkan tanda dinamik ilahi sewaktu di dalam penjara Filipi. Ia telah mengalami sukacita walaupun penghinaan dan nista dihadapinya. Roh Kudus telah mengambil alih semua peran itu sehingga mengaktifkan dunamis. Terobosan misi pekabaran Injil harus dimulai dengan peranan Roh Kudus.
2.Fokus Pada Visi Yang Allah Singkapkan, (ayat 55).
“…menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.”
Hanya beberapa penggal kalimat saja pada naskah tersebut sehingga agak sulit menjabarkan poin ini. Namun kita dapat meneropong ke belakang mengenai permulaan pelayanan Stefanus. Namanya tertera sebagai urutan pertama yang ditulis Lukas pada pemilihan ke tujuh diaken. Hal yang perlu kita cermati adalah kalimat: “…Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus,…” (Kis.6:5). Kemudian pada masa pelayanannya Ia dikenal sebagai seorang yang penuh dengan karunia dan kuasa serta mengadakan mujizat dan tanda – tanda di antara orang banyak, (Kis.6:8). Dari keterangan tersebut kita dapat memastikan bahwa Ia adalah seorang pemberita Injil yang selalu fokus pada visi yang Allah singkapkan. Visi adalah sebuah impian spiritual yang Allah singkapkan untuk menatap masa depan yang akan kita lalui. Ia lebih kuat dari sebuah prediksi yang dibangun oleh logika. Tentu saja impian spiritual ini dimulai dari seorang yang penuh dengan Roh Kudus. Timbul sebuah pertanyaan: Mengapa Stefanus dan juga Paulus begitu gigih mempertahankan kebenaran Injil yang mereka beritakan? Jawabannya adalah karena mereka selalu fokus pada visi yang Allah taruh dalam spirit mereka. Kita harus fokus pada apa yang Allah singkapkan untuk melakukan suatu terobosan.
3.Presentasikan Visi anda, (ayat 56).
“Lalu katanya: “Sungguh aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia beridiri di sebelah kanan Allah.”
Stefanus diijinkan oleh Tuhan melihat penglihatan seperti yang disaksikan oleh Daud leluhur mereka. Yang paling menarik di sini adalah Lukas, seorang penulis dan peneliti merasa perlu untuk mengutip kembali apa yang telah dikatakan oleh Stefanus. Kutipan ini mengandung pesan bahwa visi sorgawi yang pernah dilihat raja Daud harus dipresentasikan dari generasi ke generasi. Demikian juga dengan Paulus. Terobosan misi penginjilan akan selalu hidup jika visi yang Tuhan taruh pada kita dibagikan kepada orang lain. Dengan demikian visi anda akan bermultiplikasi dari waktu ke waktu dan dari generasi ke generasi.
4.Berdoa Dengan Kata – kata Yang Positif Walau di Tengah Kesulitan dan Tekanan, (ayat 59 – 60).
“Sedang mereka melemparinya, Stefanus berdoa, katanya:” Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!”…
Begitu banyaknya para pelayan Injil yang mengalami kegagalan ketika tiba pada tingkat ini. Sikap doa Stefanus merupakan tindakan iman untuk menguburkan keinginan duniawi yang penuh dengan tuntutan kedagingan. Apabila kita telah melewati fase ini, berarti kita sudah hampir mencapai garis finish dimana kita menerobos masuk pintu gerbang sukses dalam misi penginjilan. Doa yang positif akan mendatangkan kuasa yang dahsyat, (Yak.5:16b). Doa yang positif adalah doa yang di dalamnya terkandung kebenaran. Doa yang di dalamnya terkandung kebenaran pasti pendoanya adalah orang yang sudah dibenarkan. Orang yang sudah dibenarkan pasti memahami prinsip salib Kristus. Salib Kristus adalah puncak pembuktian dari sebuah kebenaran. Pilatus pernah bertanya kepada Yesus: “Apakah kebenaran itu?” (Yoh.18.38a). Kita mendapatkan jawabannya melalui 3 (tiga) penyingkapan rahasia ini dalam Alkitab: 1). Firman Tuhan adalah kebenaran (Yoh.17:17), 2).Yesus adalah kebenaran (Yoh.14:6), 3).Roh Kudus adalah kebenaran (1 Yoh.5:6). Ketiga prinsip kebenaran ini harus selalu melekat pada hati dan mulut seorang pendoa. Doa kita harus selalu berdasar pada Firman, Yesus dan Roh Kudus. Sengsara selalu membawa nikmat pada doa orang benar. Atmosfir ini hanya bisa terjadi kepada pendoa yang yang tidak pernah mengeluh dengan situasi apapun juga. Masuklah pada atmosfir kebenaran Ilahi, maka doa kita akan selalu penuh kuasa dalam sebuah terobosan Injil.
5.Memiliki Hati Seperti Hati Yesus, (ayat 60).
“Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!”…
Stefanus telah mencapai sikap hati seperti yang dimiliki oleh Yesus. Tingkat ini dapat saya katakan “Finishing Well atau Happy Ending” with the Holy Spirit. Terobosan misi penginjilan akan selalu berakhir dengan kegagalan apabila tidak dapat diselesaikan dengan baik. Memasuki atmosfir ini adalah tingkat yang tertinggi dimana kita harus memiliki hati seperti hati Yesus. Tuhan Yesus pernah membagikan hatinya ketika mulai mengajarkan doa kepada murid – murid-Nya, (Mat.6:5-15). Hati Yesus penuh dengan pengampunan dan belas kasihan, walaupun orang yang memusuhinya sekalipun. Ajaran yang agung mulia ini telah dibuktikannya di salib, (Luk.23:34). Sangat mirip dengan apa yang dikatakan Stefanus pada insiden penganiayaannya. Atmosfir hati Yesus dapat kita alami ketika merenungkan tulisan rasul Paulus dalam Fil.2:6-11. Untuk masuk pada ruangan pembelajaran ini, kita harus melalui proses pencucian pikiran dan perasaan manusiawi yang terbatas. Kemudian kita harus melakukan proses isi ulang dengan pikiran dan perasaan Yesus yang tidak terbatas. Kita benar – benar sudah memasuki suatu dimensi baru dimana dimensi ini akan menggantikan karakter manusiawi menjadi karakter Ilahi. Intinya adalah cara ini merupakan proses mengaktifkan kuasa Allah sampai pada penaklukkan segala sesuatu yang ada di langit, di atas bumi dan di bawah bumi, (ayat 10). Akhirnya atas kuasa terobosan inilah setiap lidah harus mengakui bahwa “Yesus Kristus adalah Tuhan” bagi kemuliaan Allah, Bapa!. Dalam proses pembelajaran menuju kodrat Ilahi ini, kita harus melalui beberapa fase, sebagai berikut: 1).Tidak menganggap setara, walaupun punya hak untuk mempertahankannya (ayat 6), 2).Pengosongan diri (ayat 7), 3).masuk pada level kedudukan yang terendah (ayat 7), 3).Siap mengalami hidup sebagai orang yang lemah dan terbatas, (ayat 7). 4).Dalam keadaan tersebut harus konsisten dengan ketaatan sampai langkah terakhir, (ayat 8), 5).Bahkan ketaatan itu sampai pada tempat yang disebut ketidak-adilan atas kita, (ayat 8). Penjelasan pada ayat 9 – 11 merupakan terobosan yang dahsyat untuk mengemban Amanat Agung Yesus Kristus.
Injil sampai ke benua Eropa karena terobosan yang dahsyat. Rasul Paulus telah melakukan banyak terobosan dalam misi penginjilan. Ia telah menerima tongkat estafet “ mandat Allah” dari seorang yang penuh Roh Kudus yang bernama Stefanus. Yesus Kristus telah menyempurnakan semua impian ini di kayu salib. Kita semua adalah generasi penerus yang akan mebawa tongkat estafet dari mandat Allah. Dan tidak hanya sampai pada generasi kita, tongkat itu harus diserahkan untuk dilanjutkan pada generasi berikutnya sampai maranatha. Adalah lebih baik jika kita tidak menunda semua impian ini. Marilah kita bergerak maju pada panggilan yang mulia ini untuk melakukan terobosan Ilahi. Masuklah pada panggilan Allah sesuai dengan kadar panggilan yang Tuhan titipkan pada kita, generasi kita dan generasi selanjutnya. Ladang yang sementara kita tuai sangat sangat luas sedangkan pekerja sedikit. Yesus telah meberikan suatu gambaran bahwa untuk memaksimalkan pekerjaan dari ketidakseimbangan antara pekerja dan ladang tuaian melalui maksimalitas kerja. Kita adalah pekerjanya Tuhan dalam suatu Perusahaan Kayu Salib. Tuhan ingin agar kita harus meinvestasikan tenaga pikiran, material dan dana untuk terobosan ini. Investasikan dan kembangkan talenta anda untuk suatu terobosan bagi ekspansi kerajaan Allah. Salam Terobosan! (*Samuel Lassa).

TETAP PANAS, MENDIDIH…


 
Ayat Pokok: Roma 12:11 – bagian 9
Oleh: Pdt. A.H. Mandey

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Puji Tuhan! Itulah yang Tuhan kehendaki dari setiap saudara dan saya.
Kita telah belajar, bahwa kata “menyala-nyala” itu seperti suara air yang mendidih [= to bubble]. Air mendidih disebabkan api yang memanaskan. Kalau hati dipenuhi/dipanaskan dengan Roh Kudus, maka seperti api yang membakar, roh akan menyala-nyala, dan dari mulut akan keluar ‘suara’: pujian, ucapan syukur, kesaksian!
Roh Allah dalam kita, membuat saudara dan saya takkan bisa tinggal diam. Kita akan giat, lebih giat, bahkan semakin giat melayani Tuhan. Haleluya! Dan setelah segala sesuatunya berakhir, ada upah yang menanti: masuk dalam kebahagiaan Tuhan kita dalam surga yang kekal.
Hal Tersembunyi Ialah Bagi Allah
“Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya…” – Ulangan 29:29. Perkara-perkara yang tersembunyi ialah bagi Allah – hanya Dia yang tahu. Tetapi hal-hal yang tadinya tersembunyi lalu dibukakan/dinyatakan – itulah bagi kita dan anak cucu kita.
Ada banyak rahasia yang telah dibukakan Tuhan melalui Daniel. Namun banyak pula yang harus disimpan dan disembunyikan Daniel, sampai akhir zaman – Daniel 12:4 [Open in Logos Bible Software (if available)] .
Kita sekarang hidup di akhir zaman. “Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir” – 1 Yohanes 2:18.
Sekitar tahun 98, Tuhan pun membukakan sebagian rahasia yang tertutup itu kepada rasul Yohanes yang tengah dibuang di Pulau Patmos.
Jemaat Laodikia – Wahyu 3:14-19
Tujuh surat yang dituliskan kepada tujuh jemaat: Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, dan Laodikia merupakan gambaran perjalanan gereja di akhir zaman. Jadi, surat terakhir yang ditujukan kepada jemaat Laodikia merupakan gambaran tentang keadaan jemaat Tuhan yang hidup di akhir dari akhir zaman.
Perhatikan apa yang ditulis tentang jemaat Laodikia dan bandingkan dengan keadaan gereja saat ini: “Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!”
Awalnya mereka panas, tapi seiring dengan berjalannya waktu, kerajinan menjadi kendor, tidak lagi mendidih, roh tidak lagi menyala-nyala, sehingga akhirnya menjadi suam-suam kuku – tidak panas, tidak pula dingin! Mereka masih orang Kristen, sebab masih tetap rajin beribadah, namun tanpa disadari, telah menjadi suam – tidak lagi berapi-api.
Mereka mengaku: “Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa.” Persis seperti keadaan gereja dewasa ini: berkelimpahan; kaya secara jasmani. Namun mereka tidak tahu dan tidak menyadari kalau mereka sudah mundur, suam.
Tuhan kemudian menggambarkan keadaan mereka yang sesungguhnya: “engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang!”
Apa yang akan terjadi dengan jemaat macam ini, jika tidak bertobat? “Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.” Peringatan yang amat keras bagi saudara dan saya, jemaat akhir zaman!
Oleh sebab itu, sebelum terlambat, ada tiga hal yang harus segera kita miliki:
1. Emas yang telah dimurnikan dalam api ~> emas murni yang telah dibersihkan
oleh api Roh Kudus;
2. Pakaian putih = kesucian; dan
3. Minyak pelumas mata ~> minyak Roh Kudus yang bisa mencelikkan agar kita
bisa melihat dengan jelas!
Jangan Sampai Tertinggal…
Nubuat tentang gereja Tuhan yang akan mengalami kelimpahan luarbiasa; dan tentang keturunan Ismail di akhir zaman – Yesaya 60:1-7 – “… Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu… Mereka semua akan datang… membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN. Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku …”
Bagaimana? Hendak panaskah saudara? Dinginkah? Atau suam? Pilihan ada di tangan saudara dan saya! Tuhan melalui FirmanNya telah memberi peringatan. “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!”
Jadilah bijak! Tentukan pilihanmu sekarang! Tetapi jangan salah pilih! Pilihlah yang terbaik: tetap panas dan mendidih; jangan kendor, jangan mundur!
Sekali Yesus, Tetap Yesus! Tuhan Yesus memberkati!

Rabu, 05 Oktober 2011

PENGHALANG ANAK TUHAN MENGENAL TUJUAN ILAHI

Saudara, sebelum bumi diciptakan telah terjadi perseteruan antara Tuhan dengan iblis. Diawali dengan kejatuhan Bintang ALLAH yaitu yang bernama Lucifer. Ia tidak rela kemuliaannya direbut dan menundukkan diri kepada penciptanya. Alkitab mencatat bahwa Lucifer(bintang timur/putra fajar), sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi. Saudara, saya percaya Tuhan punya tujuan Ilahi atas setiap kita, tetapi Iblis juga tidak rela. Ini pertempuran yang sudah terjadi ribuan tahun lamanya dan selalu berulang sampai masa sekarang. Tuhan rindu akan datangnya sebuah masa dimana kita mempunyai punya kesadaran akan Tuhan, kesadaran bahwa kita hidup di bumi dengan sebuah tujuan dan kerinduan Tuhan. Tetapi iblis berusaha untuk menawarkan hal-hal kelihatannya jauh lebih menarik daripada kerinduan Tuhan, yaitu keindahan dunia, kenikmatan dunia dan cinta dunia
Tapi hari ini saya akan ajarkan kepada saudara untuk mengerti dan bisa membedakan, mana yang merupakan kehendak Allah, kehendak diri sendiri, atau mana yang merupakan kehendak daripada roh jahat. Saudara, di dalam pelayanan saya pada waktu kuliah, pelayanan saya berkisar pada mendoakan orang-orang supaya yang tadinya mengalami gangguan roh jahat menjadi sembuh. Tetapi di dalam pelayanan saya, saya juga pernah mendoakan seseorang yang saya kira mengalami gangguan roh jahat, saya sudah doakan dan sudah mengusir roh jahat didalam Nama Yesus, sampai mungkin mulut saya berbusa-busa. Tetapi orang itu tetap mengalami seperti gangguan roh jahat.
Saudara, didalam pelayanan saya, saya menemukan 3 hal mengapa seseorang manusia itu bisa lepas kontrol daripada tujuan Ilahi untuk membentuk manusia menjadi pribadi yang indah, pribadi yang sempurna dan menyenangkan Tuhan sehingga menyebabkan manusia memiliki ketidakmampuan untuk mendengar suara Tuhan atau ketidakmampuan untuk mengenal tujuan Tuhan, yaitu :
1. Gangguan roh jahat
“Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini."
(Matius 12:43-45)
Saudara, manusia terdiri dari susunan kromosom dan sususan gen. Ternyata didalam sebuah penelitian kuasa kegelapan bisa mengubah susunan kromosom walaupun tidak mengurangi jumlahnya. Saya pernah menemui didalam pelayanan saya, orang-orang yang dirasuk roh jahat bisa memberi dampak kepada orang lain untuk menggunakan benda-benda yang sama, baju yang sama, kesukaan yang sama. Roh jahat selalu mengambil wadah atau pijakan untuk bisa memanifestasi. Roh jahat adalah roh pengikat, seringkali dalam pelayanan saya, roh jahat punya kuasa pengikat tingkat tinggi.

2. Gangguan kejiwaan.
Saudara untuk melayani orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan tidak bisa hanya didoakan saja. Ini perlu kesabaran dengan pembimbingan khusus supaya orang tersebut sembuh dari sakit jiwanya. Tidak sama seperti mengusir roh jahat, perlu orang-orang yang setia membimbing mereka supaya sembuh dari sakit jiwanya.
3. Gangguan roh jahat dan juga gangguan kejiwaan.
Saudara, hal ini terjadi jika seseorang diganggu roh jahat dan juga ternyata dia mengalami gangguan kejiwaan. Selain roh jahatnya di usir dalam Nama Yesus, juga harus dilakukan pembimbingan secara terus-menerus supaya jiwanya yang sakit bisa disembuhkan.
Lalu bagaimana cara kita membedakan ketiga hal diatas? Saudara, tolak ukurnya bila gangguan roh jahat, kita usir dalam Nama Yesus pasti roh jahatnya lari. Karena iblis takut dengan Nama Yesus dari Nazaret. Orang--orang yang dirasuk roh jahat berbeda dari kebanyakan orang pada umumnya. Mereka memiliki kesukaaan dan kebiasaan yang unik. Misal roh percabulan, akan selalu jatuh bangun dan sifatnya sangat ekstrim, tidak bisa jika tidak melakukan dan cenderung bertambah tingkat terikatnya. Dan ciri-ciri berikutnya adalah ketidakmampuan seseorang untuk melepaskan sesuatu untuk pergi. Contoh jika ada seorang yang cinta Tuhan, tapi masih jatuh bangun dalam dosa, biasanya ia dirasuk roh jahat.  Ciri khas gangguan roh jahat mempunyai banyak wajah , berubah-ubah karena sifat roh jahat memiliki seribu wajah (tipudaya roh jahat). Tapi berbeda bila seseorang mengalami gangguan kejiwaan, harus dengan pelayanan demi pelayanan, dengan kasih dan kesabaran.  Didoakan berulang-ulang dan dikonseling berulang-ulang. Gangguan kejiwaan sifatnya sangat komplek, bisa karena dari masa lalu terluka, misal cowok yang sangat lembut biasanya Ibunya lebih dominan dari Ayahnya. Saudara, roh jahat tidak mungkin berkuasa atas diri kita jika ada Yesus didalam hati kita. Mengapa banyak orang Kristen walau sudah ke gereja, ikut kkr, pelayanan tapi masih dirasuk iblis? Kemungkinan besar karena ia belum menerima Yesus secara pribadi dan mempersilahkan Tuhan Yesus sebagai penguasa tunggal dihidupnya.
Saudara, kita harus berhati-hati dan selalu berjaga-jaga dengan berdoa dan baca Firman, memiliki komunitas yang benar, dan yang paling penting kita menerima Tuhan Yesus secara pribadi supaya kita tidak mudah diganggu roh jahat. Percayalah Tuhan punya rencana indah buat setiap kita. Mari saudara jangan biarkan dunia ini membutakan mata kita, karena Tuhan sudah menyediakan kemuliaan yang jauh lebih indah dari keindahan dunia yang sifatnya hanya sesaat dan fana. Mari saudara kita sungguh-sungguh belajar mengenal Tujuan Tuhan dalam hidup kita. AMIN !!!