Jumat, 16 Maret 2012

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan kenaikan Yesus Kristus ke Sorga, bahwa sebagaimana kamu melihat Dia terangkat ke Sorga maka dengan cara yang sama pula kamu akan melihat Dia akan datang kembali (Act 1:11). Dalam sejarah Gereja, pemimpin gereja mula-mula bahkan sampai pada abad ketiga dengan penuh semangat menanti kedatanganNya kedua kali sesuai dengan janjiNya. Mulai abad ke empat orang percaya mulai melupakan akan janji kedatangan Tuhan kedua kali. Sejak abad ke empat sampai abad-abad pertengahan yaitu sekitar abad 16 s/d 18, dalam ajaran Gereja sepertinya telah melupakan sama sekali ajaran tentang kedatangan Yesus kedua kali.

Mengigil

Seperti saudara ketahui seminggu 3x saya harus menjalani cuci darah, ini sudah berjalan 3 tahun lebih, badan saya sangat lemah hanya karena kemurahan Tuhan saya masih bisa beriri dimimbar dan berkhotbah. selebihnya saya hanya duduk saja di kebaktian.
Pada hari Rabu tgl 4 Mei 2011giliran saya cuci darah, biasanya dilakukan selama 4 jam 30 menit soreh itu setelah cuci darah berjalan 3 jam badan saya menggigil kaya orang meriang tapi sebenarnya bukan meriang. itu tanda bahwa saya terkena infeksi darah,
saya sudah dua kali mengalami hal serupa dan kedua-duanya membuat saya harus di opname di Hospital karena sudah pengalaman dua kali waktu pulang saya kasih tahu istri saya kemungkinan besar saya kena infeksi darah lagi, istri saya tanya apa mau ke rumah sakit? saya jawab enggak dulu saya sangat cemas dak takut lalu saya berdoa dan istirahat. malam itu di rumah ada kebaktianjam 12 malam saya tidak ikut.<!--more-->
Tengah malam menjelang subuh saya bangun dan berdoa, dalam doa itu saya berseru dengan suara keraskepada Tuhan, “kiranya darah Tuhan Yesus yang berkuasa membasuh darahku.’ Hari kamis tengah malam menjelang subuh saya doa saya dan hari jumat hati saya diliputi dengan kecemasan dan ketakutan karena tiba giliran cuci darah lagi saya kuatir akan menggigil lagi.
Waktu istri saya mengantar saya ke klinik di kendaraan saya bilang sama istri saya,”ma berdoa buat papa supaya saya disembuhkan, istri saya menjawab, “minta ampun sama Tuhan” setibanya di klinik sebelum turun dari kendaraan kita berdua berdoa dipimpin oleh istri saya kemudian saya masuk ke klinik.
Saking ketakutannya selama 4 jam 30 menit saya cuci darah tidak putus-putus saya menyembah Tuhan dan berdoa dengan mengeluarkan suara, saya tidak malu diperhatikan oleh para jururawatSaya katakan dalam doa saya, “Tuhan taklukanlah kuasa sakit penyakit oleh kuasamu” ”Tuhan sudah menanggung penyakitku diatas bukit Golguta.”
Tidak teras 4jam 30 menit telah berlau dan Tuhan menjamah saya , saya tidak menggigil
dan saya alami mujizat Tuhan kuasa sakit penyakit ditaklukan oleh Tuhan.
Puji Tuhan, Tuhan Yesus dasyat. Tuhan memberkati kita semua terima kasih buat dukungan doa saudara-saudara sekalian buat saya. (07 Mei 2011)

Kamis, 19 Januari 2012

Renungan



Author : Kris Setiawan

Alkitab tidak menuliskan secara pasti tanggal hari kiamat. Namun demikian, Alkitab menuliskan beberapa tanda atau peristiwa sebelum terjadinya kiamat. Salah satu tanda ditulis dalam Matius 24:14 ”Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) tertulis ”Dan Kabar Baik tentang bagaimana Allah memerintah akan diberitakan ke seluruh dunia, supaya semua orang mendengarnya. Sesudah itu barulah datang kiamat.” Jelas bahwa kiamat tidak akan terjadi sebelum semua orang mendengar kabar baik atau berita keselamatan.
Lalu, mungkinkah semua orang akan mendengar berita keselamatan? Seratus atau dua ratus tahun yang lalu mungkin sulit membayangkan bagaimana semua orang bisa mendengar berita keselamatan, apalagi seribu atau dua ribu tahun yang lalu. Meskipun sudah sejak lama terjadi pengutusan misionaris ke berbagai pedalaman di seluruh dunia, waktu itu tetap sulit secara akal manusia membayangkan semua orang akan mendengarkan kabar baik.
Sekarang, kondisinya berbeda. Kita melihat betapa teknologi berkembang begitu cepat. Boleh dibilang, sangat cepat. Temuan-temuan baru yang didukung oleh teknologi canggih banyak ditemukan. Barang-barang elektronik yang lima tahun lalu canggih, sekarang mungkin sudah ketinggalan jaman karena modifikasi atau penemuan teknologi yang lebih baru. Dari sudut pandang komunikasi, teknologi internet membuat dunia ini seakan tak berjarak. Orang yang jauh di luar negeri, sekarang ini bisa berkomunikasi dengan keluarganya kapan saja melalui chatting atau sejenisnya. Peristiwa kecil di belahan dunia tertentu bisa dengan cepat diketahui oleh manusia di belahan dunia lain melalui internet. Saya menulis apa saat ini, dalam hitungan detik sudah bisa dibaca oleh orang lain dimanapun dia berada. Teknologi yang berkembang begitu cepat membuat komunikasi antarmanusia semakin mudah, cepat dan luas.
Dari sisi pemberitaan Injil (kabar keselamatan), kemajuan teknologi membuat jangkauannya semakin luas. Banyak hamba-hamba Tuhan dan organisasi-organisasi Kristen memanfaatkan internet untuk memberitakan kabar keselamatan. Melalui internet, orang-orang yang belum pernah mendengar berita keselamatan bisa dengan mudah mendengarnya tanpa harus bertatap muka secara langsung dengan pemberita Injil. Secara singkat, kemajuan teknologi memungkinkan semakin banyak orang mengetahui berita keselamatan dengan mudah. Kalau hal ini kita kaitkan dengan Matius 24:14, maka kita yakin bahwa akhir jaman atau kiamat sudah sangat dekat.
Lalu bagaimana sikap kita terhadap kemajuan teknologi? Banyak orang merasa bangga karena bisa mengikuti tren teknologi. Merasa bangga karena selalu dapat membeli keluaran terbaru sebuah produk teknologi. ”Yang lain belum banyak yang punya, saya sudah punya”, mungkin begitu kata hati membatin. Tetapi kita perlu ingat bahwa kemajuan teknologi mengingatkan kita akan hari kiamat. Kiamat sudah dekat, kata judul film agama tetangga. Setiap kali ada produk teknologi terbaru, setiap kali teknologi terasa semakin cepat maju, kita harus ingat bahwa kiamat sudah dekat. Itu artinya, Yesus Kristus Tuhan, Juruselamat dan Kekasih hati kita akan segera datang kembali. Datang untuk menjemput kita umat pilihanNya yang mengasihi dan menanti-nantikan kedatanganNya. Kemajuan teknologi menjadi penghiburan tersendiri bagi kita, bukan karena produk-produk canggih yang kita punyai, tetapi karena tidak lama lagi Tuhan kita akan datang kembali.


Berikutnya, sikap yang harus kita miliki adalah menggunakan teknologi untuk memberitakan kabar baik. Gunakan apa yang kita bisa untuk memberitakan kabar baik. Membuat blog rohani dan meng-update status FaceBook yang isinya memberitakan kabar keselamatan, adalah dua yang cukup mudah di antara banyak hal yang bisa kita lakukan. Belajarlah teknologi semaksimal mungkin untuk bisa lebih efektif dipakai Tuhan memberitakan Injil-Nya. Pernahkah kita berpikir bahwa apa yang kita tulis di blog dan FB bisa dibaca oleh orang-orang di seluruh dunia? Dahsyat bukan dampaknya?
Saya tutup artikel saya dengan sebuah kalimat : ”Khotbah di gereja hanya di dengar puluhan, ratusan, atau paling banyak ribuan orang. Tulisan melalui internet bisa dibaca ratusan, ribuan, bahkan jutaan orang”. Maranatha, datanglah Tuhan Yesus segera. Amin.